46 Perawat India Tidak Mau Dievakuasi Dari Tikrit Karena Digaji Mahal Oleh Pemerintah ISIS

Tsarnaev untuk Al-Mustaqbal Channel


TIKRIT, IRAQ – Salah satu kota yang dikuasai oleh ISIS adalah kota Tikrit, sebelah utara dari Baghdad. Di kota ini, ISIS berjanji tidak akan melukai siapapun yang tidak menyerang mereka. Salah satu yang menjadi tawanan ISIS adalah para perawat dari India yang bekerja di Rumah Sakit Tikrit.


Mereka ditawan sejak 11 juni 2014 lalu, mereka tinggal di desa kerala dengan Rumah Sakit Tikrit. Dua orang bersaudara kembar, Tona Joseph dan Veena belum bisa melangkah keluar rumah sakit karena situasi mencekam. Dirumah sakit tersebut terdapat pula beberapa dokter dan staf Rumah Sakit, mereka memilih untuk tetap tinggal. Karena Mujahidin ISIS telah menjaga Rumah Sakit tersebut.


Perdana Menteri India, Narendra Modi berusaha untuk memastikan bahwa para perawat dari India tersebut baik-baik saja. Namun yang cukup mengagetkan adalah para perawat tersebut tidak ingin dievakuasi atau dipulangkan ke negara asalnya, India. Hal ini disebabkan ISIS berjanji akan menggaji mereka asalkan mereka tetap bekerja di Rumah Sakit tersebut.


Salah satu perawat mengatakan bahwa Mujahidin ISIS bersikap sopan terhadap mereka, ISIS juga memberikan himbauan kepada Rumah Sakit tersebut agar tetap bekerja seperti biasa. ISIS meminta mereka tetap melayani masyarakat Tikrit .


ISIS bersikap lemah lembut terhadap masyarakat sipil dan para pekerja di kota Tikrit, namun ISIS begitu keras terhadap tentara Iraq, ISIS telah membunuh 1.700 tentara Iraq. Hal ini disebabkan Iraq bekerja sama dengan AS telah membantai kaum muslimin di tahun 2003. Diantara kaum muslimin banyak yang cacat hingga mereka kehilangan masa depan. Dengan sebab ini, ISIS tidak akan mundur dari peperangan melawan tentara Syiah Iraq dan akan menghancurkan pemerintahan Nouri Al-Maliki.


Source : Times Of India, Abu Umar, Nytimes, Hanna Marissa


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "46 Perawat India Tidak Mau Dievakuasi Dari Tikrit Karena Digaji Mahal Oleh Pemerintah ISIS"

Post a Comment