Ali Sistani Desak Percepat Pemilihan Perdana Menteri Irak Baru

KIBLAT.NET, Baghdad – Ulama Syiah paling berpengaruh di Irak mendesak para pemimpin Irak untuk segera memilih perdana menteri baru, sebelum parlemen menggelar pertemuan pada minggu depan untuk mulai membentuk pemerintahan baru.


Ayatullah Ali Sistani mengatakan blok politik harus segera memilih perdana menteri, ketua parlemen dan presiden berikutnya, sebelum legislatif yang baru terpilih menggelar pertemuan pada hari Selasa (1/7).


Intervensi yang luar biasa Sistani ke dalam politik, memaksa dipercepatnya proses politik yang memakan waktu hampir 10 bulan setelah pemilu terakhir Irak pada tahun 2010 itu, berarti nasib Perdana Menteri Nuri al-Maliki dapat diputuskan dalam beberapa hari.


Amerika Serikat dan negara-negara lain juga mendorong dibentuknya pemerintahan inklusif baru dalam waktu secepat mungkin, untuk melawan revolusi Ahlus Sunnah di Irak.


Selama dua minggu terakhir, pejuang Sunni telah menguasai daerah mayoritas Sunni di utara dan barat Irak hanya dengan sedikit pertempuran, pejuang Sunni merangsek maju hingga hanya berjarak satu jam perjalanan dari Baghdad.


Tentara Irak, dilatih dan diberi perlengkapan oleh Amerika Serikat, sebagian besar melarikan diri di utara setelah pejuang Sunni melancarkan serangan dengan merebut kota terbesar di utara, Mosul pada 10 Juni lalu.


Ribuan relawan Syiah, telah menanggapi seruan Sistani kepada semua rakyat Irak agar bersatu mendukung militer dalam rangka mengalahkan para pejuang Sunni.


Di bawah sistem pemerintahan Irak yang baru pasca kejatuhan rezim Saddam Hussein, perdana menteri selalu berasal dari Syiah, presiden seremonial berasal dari Kurdi dan ketua parlemen berasal dari Sunni.


Membagi tiga pos kekuasaan sebelum parlemen menggelar pertemuan, membutuhkan pemimpin dari masing-masing kelompok etnis dan sektarian utama Irak, agar berkomitmen pada proses politik dan menyelesaikan masalah mereka yang paling mendesak, termasuk nasib Maliki.


“Apa yang diperlukan dari blok politik adalah menyepakati tiga (pos) dalam hari yang tersisa, sampai dengan tanggal ini,” kata wakil Sistani dalam khotbah Jumat, mengacu pada batas waktu konstitusional hari Selasa untuk pertemuan parlemen.


Maliki, yang berasal dari Syiah telah menduduki masa jabatan ketiga kalinya sebelum terjadi serangan di Mosul. Beberapa pemimpin Syiah menyarankan dia mungkin akan digantikan dengan angka kurang polarisasi, meskipun sekutu terdekatnya mengatakan ia bertujuan untuk tinggal.


Sunni menilai Maliki telah menindas mereka dan menyingkirkan mereka dari lingkaran kekuasaan, kelompok suku bersenjata bersekutu dengan ISIS untuk melancarkan revolusi. Presiden Pemerintah Daerah otonomi Kurdi Irak utara juga mengatakan Maliki harus turun dari kekuasaannya.


Sekutu Maliki mengklaim seruan Ali Sistani yang meminta agar tercapainya keputusan cepat, tidak ditujukan untuk meminggirkan perdana menteri. Tapi, hanya untuk menempatkan tekanan kepada partai politik agar tidak bertikai dalam mengawal proses pergantian pemerintahan saat negara ditengah resiko disintegrasi.


Sementara itu, Blok Sunni berselisih di antara mereka sendiri, mengenai pos ketua parlemen. Sementara itu, Kurdi belum menyetujui calon presiden.


Editor: Qathrunnada


Sumber: Worldbullletin


The post Ali Sistani Desak Percepat Pemilihan Perdana Menteri Irak Baru appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ali Sistani Desak Percepat Pemilihan Perdana Menteri Irak Baru"

Post a Comment