AS Sebut Irak Dalam Situasi ‘Berbahaya’

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat mengungkapkan bahwa situasi di Irak saat ini ‘sangat berhaya setelah para pejuang Sunni dari organisasi Daulah Islamiyah Irak dan Syam (ISIS) berhasil mengontrol kota penuh kota Mosul. Negara sekutu Irak itu menyeru kelompok-kelompok politik di negara tersebut untuk memerangi pejuang Sunni.


Jane Saki, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, mengatakan bahwa pengambilalihan ISIS terhadap kota terbesar kedua di Irak, Mosul, delapan jam lalu menunjukkan ancaman serius yang di alami negara tersebut.


Tidak ada keraguan, lanjutnya, bagi seluruh pihak dan pejabat Irak untuk bersatu menyelamatkan negara dari ancaman tersebut.


“Situasi saat ini masih mengancam dan berbahaya,” ujarnya, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (10/06).


Hal tersebut juga disampaikan juru bicara Gedung Putih di Washington, Jush Ernist. Atas nama negaranya ia mendesak Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki untuk segera mengambil tindakan atas situasi sulit ini.


Senator partai Partai Republik AS, John Mc Cain, mengatakan bahwa kemajuan para militan di Irak mencerminkan kegagalan Presiden Barack Obama untuk menjaga kekuatan AS di Irak dan untuk mencapai stabilitas keamanan.


Sebagaimana diberitakan, para pejuang Selasa berhasil mengontrol penuh kota Mosul, setelah melumpuhkan markas militer dan gedung Gubernur. Kota Mosul termasuk kota terbesar kedua di Irak dan terdapat pusat komando militer.


Editor: Hunef

Sumber: Reuters


The post AS Sebut Irak Dalam Situasi ‘Berbahaya’ appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "AS Sebut Irak Dalam Situasi ‘Berbahaya’"

Post a Comment