KIBLAT.NET, Diyala – Sebuah laporan media mengungkap sebanyak 200 relawan bersenjata Syiah yang bergabung dengan pasukan PM Nuri Al-Maliki untuk melawan pejuang Ahlu Sunnah di provinsi Diyala melarikan diri. Mereka takut setelah dikabarkan akan diturunkan ke front pertempuran.
Televisi Irak Rafidin, Senin (23/06), menukil dari sejumlah sumber independen melaporkan, sebanyak 200 relawan bersenjata Syiah melarikan diri dari markas besar Divisi Lima di wilayah Al-Quds dan Dur Zara’ah di kota Baqubah, provinsi Diyala. Telivisi itu menjelaskan bahwa insiden itu terjadi setelah mereka mendengar kabar akan diturunkan ke front pertempuran di kota ‘Al-Adzim’, provinsi Diyala.
Bahkan, sejumlah sumber Irak lainnya menyebutkan jumlah mereka yang kabur mencapai 2.500 milisi Syiah. Sumber itu mengatakan bahwa mereka kabur setelah mengetahui akan dipindahkan ke front Adzim.
Perlu diketahui, kota Adzim terletak sekitar 120 km utara Baghdad. Kota ini merupakan kota penting karena mengubungkan kota Tikrit dan Kirkuk. Pejuang Ahlu Sunnah beberapa waktu terakhir mencapai kemajuan signifikan hingga ke kota Kirkuk dan terus bergerak menuju ibukota.
Dari Irak barat dilaporkan, pejuang Ahlu Sunnah berhasil merebut sejumlah perlintasan perbatasan yang menghubungkan antara Irak, Suriah dan Yordania. Kemenangan itu diraih setelah para pejuang mengontrol distrik-distrik di provinsi barat Irak.
Setelah mengontrol perlintasan Qaim yang menghubungkan Irak dan Suriah, pejuang terus bergerak dan mengontrol perlintasan lainnya bernama Al-Walid.
Pejuang juga merebut perlintasan Trebil yang menghubungkan Irak-Yordania dan kota Rutbah yang berbatasan dengan Yordan. Sehingga, pemerintah Yordania memberlakukan pengamanan ketat bahkan mengerahkan pasukan bantuan di perbatasan dengan Irak.
Editor: Hunef
Sumber: ardalrebat.net
The post Hendak Diterjunkan ke Front, Ratusan Milisi Syiah Kabur dari Provinsi Diyala appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Hendak Diterjunkan ke Front, Ratusan Milisi Syiah Kabur dari Provinsi Diyala"
Post a Comment