Ketum Muhammadiyah : Liberalisasi Budaya, Politik dan Ekonomi Mengancam Kehidupan Bangsa Indonesia

Surakarta, DETIKISLAM.COM – Liberalisasi budaya yang melanda Indonesia telah mengancam kehidupan sosial di Indonesia. Kasus kekerasan seksual pada anak dan perempuan menjadi bukti kongkrit bagaimana budaya liberal telah merasuk dalam sendi bangsa.


Demikian disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam pidatonya di depan ribuan kader ‘Aisyiyah pada pembukaan Sidang Tanwir ke II ‘Aisyiyah di Gedung Bathari, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/6).


Menurut Din, kejahatan pada anak dan perempuan jelas merupakan hasil dari manifestasi dari liberalisasi budaya, hal ini tidak dapat dibiarkan, dan warga persyarikatan perlu memberi perhatian besar pada hal ini. “Liberalisasi budaya hanya akan menyebabkan berkembangnya kebebasan budaya yang tentu saja jauh dari etika dan moral,” tegas Din yang kini juga menjabat sebagai Ketum MUI Pusat.


Selain liberalisasi budaya, menurut Din Syamsuddin, liberalisasi politik dan ekonomi juga telah mengacaukan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.


Sementara itu, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dalam pidato sebelumnya mengungkapkan langkah ‘Aisyiyah yang telah mendesak Presiden SBY dan jajaran terkait di Kementerian untuk dapat melakukan langkah strategis demi menyelamatkan generasi bangsa dari kejahatan seksual yang semakin merajalela. Pada sisi lain, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah juga mengingatkan pada amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk menjaga institusinya agar terhindar dari segala macam kejahatan seksual.[]ma/muhammadiyah/di.com


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketum Muhammadiyah : Liberalisasi Budaya, Politik dan Ekonomi Mengancam Kehidupan Bangsa Indonesia"

Post a Comment