MUI Pastikan Tetap Memantau Tayangan Ramadhan

MUI meminta semua stasiun televisi untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dan memastiikan MUI akan tetap melakukan pengawasan tayangan acara Ramadhan seperti pada tahun-tahun sebelumnya.


“Tayangan televisi harus menjaga kesucian, janganlah dikotori oleh hal yang tidak perlu, seperti menari-nari dan melawak,” kata Ketua Komisi Infokom MUI Imam Suhardjo di Jakarta, Selasa (10/6). Dia menambahkan setiap tahun masih terus mengkritisi tayangan televisi karena masih jauh dari semangat keislaman.


“Dari kesekian tahun ini Alhamdulillah ada perbaikan, kita harapkan bukan hanya perbaikan acara-acara, kalau bisa dibuang total acara yang tidak ada hubungannya dengan keislaman,” katanya. Imam menyesalkan adanya acara sahur dan buka yang hanya berisi nyanyian dan acara yang tidak ada hubungannya dengan ramadhan.


Dalam melakukan pengawasan, MUI menggunakan pedoman yang dikeluarkan KPI dan sejumlah Fatwa MUI. Menurutnya, sebagai bangsa Indonesia, ada asas kepatutan dan kepantasan, itu saja kalau dipakai sudah cukup. “Apa pantas acara menari di malam hari saat bulan Rqamadhan, di luar Ramadhan pun itu tdiak patas, apalagi di bulan Ramadhan,” katanya.


Dia berharap, stasiun televisi jangan menjadi budak rezim ‘rating’, jangan-jangan hanya diciptakan seperti itu, “Kalau mereka membuat acara yang bagus dan berkualitas, apa iya tidak akan dapat iklan?, kalau itu bagus tentu saja akan banyak ditonton,” imbuhnya.


Menurutnya, saat ini perlu membuat terobosan atas kebuntuan dari tayangan yang tidak perlu. Kalau hanya sekedar mengikuti pasar saja, “Padahal sebenarnya pasar itu bisa diciptakan, harus ada keberanian memulai sesuatu,” katanya.


Dia mencontohkan, seperti pakaian halnya pakaian, tidak tiba-tiba orang suka orang memakai pakaian yang tertutup atau yang terbuka, kalau tidak ada yang memulai, harus dimulai dulu. Tahun 1980an orang yang berjilbab bisa dihitung, tetapi sekarang sebaliknya, orang yang tidak berjilbab menjadi bisa dihitung. Itu harus ada keberanian untuk memulai itu. “Kalau tidak ada pioneer dan semangat itu, tidak ada orang Indonesia yang merasa nyaman dan enak memakai jilbab, dan sekarang menjadi lahan bisnis yang luar biasa.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MUI Pastikan Tetap Memantau Tayangan Ramadhan"

Post a Comment