Pasukan Tweet AS: Kami Ingin Al-Qaeda Terlihat Buruk

Anda punya akun Twitter? Cobalah lakukan kunjungan ke timeline akun @ThinkAgain_DOS. Kita akan menemukan timeline akun tersebut penuh dengan twitwar. Perhatikan dengan lebih seksama lagi,ternyata akun-akun yang berperang kata dengan @ThinkAgain_DOSadalah akun-akun pendukung mujahidin, seperti @ShamiWitness, @AbuUmar2846 dan lain-lain.


Nah, segera kita lihat biografi dari akun @ThinkAgain_DOS ini 1). Di dalam biografinya, tertulis deskripsi singkat “Some truths about terrorism” (Beberapa kebenaran tentang terorisme). Satu baris di bawahnya, tertulis “Department of State” atau Departemen Luar Negeri AS.


Untitled-1

@ThinkAgain_DOS, Akun Twitter Milik CSCC (Center for Strategic Counterterrorism Communications/Pusat Komunikasi Strategis Kontraterorisme)



Ya, ternyata akun twitter @ThinkAgain_DOS ini dikendalikan oleh CSCC (Center for Strategic Counterterrorism Communications/Pusat Komunikasi Strategis Kontraterorisme), satu unit khusus yang didirikan oleh Departemen Luar Negeri AS, yang dimaksudkan sebagai jawaban Amerika terhadap propaganda digital yang dikeluarkan oleh al-Qaeda dan kelompok mujahidin lain. CSCC didirikan pada tahun 2011 dan selama tiga tahun terakhir ini, tim operatornya telah mengerjakan proyek dalam bahasa Arab, Urdu dan Somalia, dan mereka ikut berjejaring melalui samarnya dunia jihad online.


Dari semua usaha kontraterorisme AS lewat media itu, akun Twitter berbahasa Inggris yang baru saja mereka luncurkan, telah menarik perhatian yang besar, terutama sebagai akun resmi pemerintah yang berani berperang kata dengan akun lain. Ketika sebagian besar akun Twitter resmi milik Departemen Luar Negeri hanya memposting rilis-rilis resmi dan jarang menanggapi pengguna lain, akun twitter @ThinkAgain_DOS adalah akun yang dengan paling sengit dan secara aktif mencari celah untuk memulai perdebatan.


Selain twitter, CCSC juga memiliki unit khusus dalam video propaganda. Salah satu videonya2) yang terkenal adalah tentang Denis Cuspert, rapper Jerman yang terkenal dengan nama panggung Deso ​​Dogg.


24257746,21627860,highRes,DesoDogg-Syrien

Rapper asal Jerman, Deso Dogg.



Video diawali dengan Deso Dogg menghadap kamera. “Ini bukanlah film horor,” kata Deso Dogg dengan wajah gembira. Di belakangnya, rekan-rekannya berselempang AK -47 sambil tertawa di rumpun Suriah bersalju. “Kami bukan orang-orang yang disebut ‘salafi yang jahat’, kami juga bisa bercanda,” lanjutnya.


“Lihatlah saudara- saudara, ini adalah jihad,” ia berteriak, menunjuk pada adegan riang di sekelilingnya. “Saya mengundang Anda untuk bergabung dengan jihad!” seru Deso Dogg dalam video itu. Namun video itu berakhir dengan epic yang tak terduga. Deso Dogg tergeletak di lantai, berdarah- darah, kawan-kawannya yang lain berusaha mati-matian untuk menyadarkan dia. Frame terakhir dalam video itu adalah bendera Amerika dan Patung Liberty.


Alberto Fernandez, Kepala CCSC dalam sebuah pernyataanya yang dimuat oleh The Telegraph 3), mengatakan bahwa, “Dalam video itu Deso Dog mengatakan bahwa Jihad adalah perjalanan yang menyenangkan. Tugas kami adalah untuk menunjukkan bahwa itu salah,” tutur Fernandez dalam menjelaskan ending video yang memperlihatkan kematian Deso Dogg.


Lebih jauh, Fernandez menjelaskan mengenai tujuannya, “Motivasi kami adalah untuk melawan dalam ruang internet tersebut. Para ekstremis berada di sana tetapi tidak ada yang melawan mereka.”


CSCC melalui akun twitter @ThinkAgain_DOS memulai serangannya dengan menyebut al-Qaeda sebagai pihak yang suka membunuh Muslim, serta menyebut Syaikh Usamah bin Laden sebagai pengecut yang mengirim orang lain untuk mati sedangkan ia bersembunyi di Pakistan. Mengenai hal ini, Fernandez menjelaskan, “Tujuan kami bukan untuk membuat orang menyukai AS. Tujuan kami adalah untuk membuat Al Qaeda terlihat buruk.”


Dari pernyataan Alberto Fernandez tersebut kita bisa melihat bahwa Barat, terutama AS, tidak tinggal diam membiarkan akun-akun pendukung jihad bisa dengan bebas memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pemahaman tentang jihad, dan kabar berita tentang dunia jihad dan mujahidin. Yang harus kita sadari adalah selalu ada celah bagi musuh untuk mengadu domba, dan memperkeruh suasana, terutama dalam masa-masa fitnah yang melanda mujahidin di Syam hari ini.


Kita berbalik ke belakang di masa jihad Afghanistan. Di masa itu juga sempat terjadi perpecahan di antara faksi-faksi mujahidin, sama dengan yang dihadapi hari ini oleh faksi-faksi mujahidin di Suriah. Namun di saat itu belum ada sarana teknologi seperti twitter ataupun facebook yang dengan cepat menyebarkan informasi. Maka, meskipun terjadi perpecahan, tetapi penyebaran informasinya masih sangat lambat, sehingga meminimalisasi peluang musuh untuk memelintir informasi yang justru semakin memperkeruh suasana, seperti saat ini.


Dunia maya dengan segala kemudahan aksesnya, sangat mudah dimainkan dan dipalsukan. Sebagai contoh, kita bisa dengan mudah membuat banyak akun di twitter, satu akun utama, dan banyak akun kloning yang memang sengaja dibuat untuk menyerang lawan twitwar. Begitu pula sebaliknya, Musuh-musuh Islam juga bisa memanfaatkan mudahnya membuat akun ini untuk membuat akun atas nama mujahidin, lalu menghembuskan isu-isu negatif yang mengadu domba.


Akhirnya, kita bisa menyimpulkan, bahwa penggunaan teknologi informasi ini bagai pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, mendapatkan dan menyebarkan informasi seputar dunia Islam. Namun, di sisi lain, ia juga bisa menjadi sarana penyebaran berita-berita palsu yang memecah belah barisan mujahidin pada khususnya, dan umat Islam pada umumnya. Wallahu a’lam bish showab.


Referensi:



  1. http://ift.tt/1jiw1LG

  2. http://ift.tt/1xXrzLa

  3. http://ift.tt/1ofra1c


Penulis: Multazim Jamil


Editor: Rudy


The post Pasukan Tweet AS: Kami Ingin Al-Qaeda Terlihat Buruk appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pasukan Tweet AS: Kami Ingin Al-Qaeda Terlihat Buruk"

Post a Comment