KIBLAT.NET, Serta – Komite Palang Merah Internasional, Kamis (05/06), mengumumkan menghentikan operasi di Libya setelah terbunuhnya seorang perwakilannya di kota Sirte di timur negara tersebut pada Rabu (04/06).
“Saat ini, kami telah membekukan kegiatan staf kami beberapa waktu sampai situasi kembali aman,” kata juru bicara Palang Mereh, David Pierre Marquet.
Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak berniat menghentikan operasi medis di negara tersebut secara permanen.
Pernyataan ini dikeluarkan sehari setelah terbunuhnya direktur kantor Palang Merah di kota Sirte, Mechael Ghurub (42 tahun), di tangan gerilyawan tak dikenal.
Ghurub dieksekusi setelah meninggalkan pertempuran bersama dua temannya. Ia ditembak dari dekat ketika berada di dalam mobil yang ditumpanginya. Sementara dua temannya tidak mengalami luka sedikitpun.
Jubir Palang Merah menyayangkan insiden ini. Pasalnya, kota Sirte merupakan kota tenang yang tidak seperti kota Benghazi. Sehingga, insiden semacam itu sangat kecil kemungkinan terjadi.
“Kami tidak menduga bahwa pegawai Palang Merah menjadi sasaran pembunuhan. Sebelumnya kami tidak mendapatkan ancaman apapun,” ujar Marquet.
Sebelumnya, Palang Merah juga membekukan seluruh kegiatannya termasuk memberi bantuan kemanusiaan di kota Benghazi pada Agustus 2012 silam. Hal itu dilakukan setelah kantor organisasi tersebut diserang secara sengaja oleh gerilyawan.
Insiden pembunuhan ini sendiri terjadi di saat milisi yang dipimpin Khalifah Haftar menggulirkan pertempuran memerangi kelompok-kelompok Islam di kota Benghazi. Haftar yang merupakan mantan Mayor Jenderal di pemerintah Muammar Gaddafi berdalih bahwa pertempurannya itu dalam rangka membersihkan ‘teroris’.
Editor: Hunef
Sumber: al-jazeera.net
The post Pegawainya Dibunuh, Palang Merah Internasional Bekukan Kegiatan di Libya appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Pegawainya Dibunuh, Palang Merah Internasional Bekukan Kegiatan di Libya"
Post a Comment