Pemerintah Mesir Batasi Ceramah Ramadhan

KIBLAT.NET, Kairo – Seiring dengan masuknya bulan Ramadhan, pemerintah Mesir membatasi khotbah dan ceramah di seluruh masjid di negeri Piramida tersebut. Pemerintah menekan ulama untuk fokus menyampaikan materi tentang moralitas dan keyakinan.


Menteri Agama Mokhtar Gomaa mengatakan khotbah selama bulan puasa harus dipastikan berisi hal yang “menyatukan dan bukan memisahkan masyarakat”, menurut versi pemerintah.


Gomaa menggambarkan khotbah saat negara itu di bawah presiden sebelumnya, Mohammed Morsi kental dengan muatan politik.


“Pidato agama terperngaruh politik yang mempengaruhi moral,” kata Gomaa kepada para wartawan dalam jumpa pers pada hari pertama Ramadan.


“Kita berpacu melawan waktu untuk mencoba memulihkan moral,” tambahnya.


Pembatasan itu merupakan bagian dari upaya yang dilakukan pemerintah Mesir dalam mengatur khotbah meyusul digulingkannya Presiden Mohammed Morsi tahun lalu menyusul kerusuhan besar. Pemerintah menilai, ceramah-ceramah di Mesir menjadi ancaman serius untuk memunculkan perlawanan terhadap pemerintah.


Pemerintah Mesir juga berupaya membatasi pengaruh ulama yang disebutkan dekat dengan Ikhwanul Muslimin.


Sebelumnya, pemerintah Mesir juga membatasikhutbah Jumat di masjid-masjid dengan tema sama yang telah ditentukan pemerintah. Topik yang boleh digunakan dalam khotbah di majid-masjid di seluruh Mesir ditentukan Kementerian Islam Mesir.


Topik-topik khotbah yang disetujui akan diunggah di situs Kementerian Islam.


Editor: Hunef

Sumber: BBC


The post Pemerintah Mesir Batasi Ceramah Ramadhan appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemerintah Mesir Batasi Ceramah Ramadhan"

Post a Comment