Turki Tutup Sementara Konsulat Jenderal di Benghazi

KIBLAT.NET, Ankara – Turki untuk sementara waktu menarik keluar staf diplomatiknya dari kota Benghazi Libya, dan mendesak warganya untuk meninggalkan wilayah timur negara itu di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan, demikian kementerian luar negeri Turki mengatakan pada hari Sabtu (14/6).


Turki adalah salah satu negara terakhir yang mempertahankan keberadaan diplomatiknya di Benghazi, tempat Duta Besar AS tewas dalam serangan terhadap misi diplomatik Amerika di kota pelabuhan pada tahun 2012.


Kementerian luar negeri menjelakan bahwa diplomatnya akan terus bekerja dari Tripoli sedangkan misi diplomatik di Benghazi ditutup.


Langkah ini dilakukan setelah sebuah ledakan besar yang diduga dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri di sebuah pos pemeriksaan militer di Barsis, 50 km (30 mil) timur Benghazi membunuh penyerang dan melukai enam orang lainnya pada akhir Rabu.


Sementara itu, ISIS menyerbu konsulat Turki ketika mereka menyerbu kota Mosul, Irak utara awal pekan ini, menyandera 49 orang termasuk Konsul Jenderal, tentara pasukan khusus dan anak-anak. Insiden itu memicu kritik terhadap kementerian luar negeri karena gagal mengevakuasi stafnya dalam waktu tepat.


80 warga negara Turki termasuk disandera oleh ISIS di Irak dalam beberapa hari terakhir. Perdana Menteri Tayyip Erdogan mengatakan pada Jumat (13/6) upaya diplomatik terus dilakukan untuk pembebasan mereka.


Editor: Qathrunnada


Sumber: Worldbulletin


The post Turki Tutup Sementara Konsulat Jenderal di Benghazi appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Turki Tutup Sementara Konsulat Jenderal di Benghazi"

Post a Comment