Di Balik Gemerlap Piala Dunia


piala dunia belanda kosta rika Di Balik Gemerlap Piala Dunia


Oleh: Putri Mariam Anisa, Pelajar, Bandung


PIALADunia tentu sudah tak asing lagi di telinga kita semua. Pertandingan sepak bola terbesar yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali ini mengundang banyak perhatian dari seluruh penjuru dunia. Mulai dari orang tua, remaja, anak-anak, baik pria maupun wanita ikut andil dalam mendukung tim favorit mereka di Piala Dunia.


Namun di balik itu semua kemegahan pertandingan ini tersimpan kisah tragis sekaligus ironis terutama bagi rakyat sang tuan rumah Piala Dunia itu sendiri, Brazil. Pasalnya, piala dunia ini membutuhkan dana yang luar biasa besar. Pemerintah Brazil mengeluarkan dana sekitar 14,5 miliar dollar AS atau bila dikonversikan ke rupiah menjadi 168 triliun rupiah.


Ternyata dana sebesar itu diambil dari dana untuk sekolah, kesehatan, hingga layanan publik lainnya yang seharusnya untuk kepentingan rakyat Brazil. Akibatnya harga-harga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.


Lalu apa tujuan sesungguhnya di balik acara ini? Tentu saja kepentingan bisnis. Karena ini adalah bisnis pasti yang dicari adalah keuntungan. Ya, meskipun Piala Dunia ini mengeluarkan dana yang sangat besar, namun pemasukannya jauh lebih besar lagi. Untuk tiket saja Komite Penyelenggara Lokal Piala Dunia 2014 mengumumkan laporan terakhir panitia sudah menjual total sebanyak 2.961.911 lembar tiket. Masih tersedia 3,1 juta lembar tiket yang siap dipasarkan untuk 27 laga dari total 64 pertandingan.


Harga tiket termurah untuk penonton internasional adalah sebesar US$90 atau sekitar Rp. 900.000. Sementara tiket termurah untuk penonton luar negeri pada babak final tanggal 13 Juli mendatang sebesar US$440 atau Rp. 4.400.000 dan yang termahal mencapai US$990 atau hampir mendekati 10 juta rupiah. Itu hanya pemasukan dari tiket saja. Belum dari sponsor, hak siar piala dunia, iklan produk, tiket masuk pertandingan, merchandise, jersey pemain, hingga pengelolaan stadion yang bisa dijadikan objek wisata, dll.


Namun, apakah pemasukan sebanyak ini lantas menjadikan rakyat Brazil makmur? Jabawannya adalah tidak. Karena Brazil merupakan salah satu Negara kapitalisme, tentu saja yang mendapat keuntungan adalah para pemilik modal. Bagaimana dengan nasib rakyat Brazil? Tentu saja akan semakin memburuk. Mereka akan kembali di ‘anak tiri’ kan oleh pemerintahnya. Maka wajar saja berbagai demonstrasi muncul di Brazil, bahkan sejak setahun sebelum diselenggarakannya acara ini. []




Kategori Ini berisi tentang Khabar Dunia Internasional


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Balik Gemerlap Piala Dunia"

Post a Comment