Jendral Budiman Dicopot Karena Sebut SBY “Kapal Karam”?


Nasional

Jendral Budiman Dicopot Karena Sebut SBY “Kapal Karam”?


Rabu 25 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014 10:31





PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui juru bicaranya Julian Aldrin Pasha meluruskan berbagai isu terkait pergantian Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) Jendral Budiman.


Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha menegaskan, pergantian Jendral Budiman dari posisinya sebagai KSAD karena masa pensiunnya segera tiba, sekaligus sebagai proses regenerasi dalam pimpinan TNI.


“Ini tidak ada kaitan dengan Pemilu Presiden (Pilpres) karena pergantian ini lebih sebagai proses regenerasi dalam pimpinan TNI,” kata Julian di Jakarta, Selasa (22/7).


\Julian juga menjelaskan, bahwa Presiden SBY telah menunjuk KSAD yang baru untuk menggantikan Jendral Budiman, yang akan memasuki usia pensiun bulan September mendatang. Namun demikian, Julian enggan menyebut nama baru yang ditunjuk Presiden SBY itu.


“Presiden telah menyetujui usulan pemberhentian dari Panglima TNI, dan menunjuk KSAD yang baru,” pungkasnya.


Sebelumnya, kabar tak sedap pun segera merebak seputar pencopotan Jenderal TNI Budiman dari jabatannya sebagai KSAD tersebut. Tapi pihak TNI membantah bahwa penggantian KSAD itu terkait pilpres atau politik.


Jenderal Budiman membantah bila dirinya mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ibarat “kapal karam” sehingga patut ditinggalkan.


“Tidak pernah sama sekali (membuat pernyataan SBY kapal karam). Saya kesatria, bukan tipe penghianat,” kata Budiman ketika dijumpai saat Apel Siaga pasukan TNI dalam rangka Pengamanan Pilpres 2014 di Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa (22/7). [pz/Islampos]



Redaktur: Pizaro



















Kategori ini berisi berita berita nasional Sumber Islampos



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jendral Budiman Dicopot Karena Sebut SBY “Kapal Karam”?"

Post a Comment