Layanan Kesehatan Gaza Berada Diambang Kehancuran

Lagi, Palestina Gaza di bombardir Israel Laknatullah ======================================



Palestina

Layanan Kesehatan Gaza Berada Diambang Kehancuran


Ahad 15 Ramadhan 1435 / 13 Juli 2014 09:15






ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada hari Kamis (10/07/2014) bahwa pelayanan medis di kota Gaza berada diambang kehancuran. Hal ini disebabkan karena serangan militer Israel terhadap Jalur Gaza berlanjut untuk hari keempat.


“Eskalasi kekerasan baru-baru ini di Jalur Gaza menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan pemerintah dan Departemen Kesehatan dari wilayah Palestina yang diduduki untuk mengatasi peningkatan beban darurat medis pada sistem kesehatan. Mengingat tingginya tingkat kekurangan obat-obatan, yang sekali pakai dan bahan bakar rumah sakit medis, serta meningkatnya hutang kesehatan,” kata WHO dalam sebuah pernyataan.


WHO mengatakan bahwa rumah sakit, tiga klinik dan pusat desalinisasi air di sebuah kamp pengungsi telah rusak.


Doctors Without Borders memperingatkan pada hari Jumat lalu bahwa respon terhadap kebutuhan darurat di rumah sakit di Gaza bisa memburuk dengan cepat “karena kekurangan yang cukup kronis.”


Serangan Israel di Gaza mengklaim kehidupan Palestina ke-100 pada Jumat, menurut petugas medis Palestina, seperti serangan militer memasuki hari keempat. Lebih dari 500 orang telah terluka.


Tidak ada kematian yang dilaporkan di Israel.


“Respon dan kesiapan sektor kesehatan berada pada tingkat yang sangat rendah, dan kita prihatin tentang kemungkinan jatuhnya pelayanan kesehatan. Kami membuat seruan mendesak untuk US $ 40 juta untuk mendukung Kementerian Kesehatan dalam menyediakan pasokan penting bagi perawatan kesehatan yang cukup untuk enam bulan,” kata Dr Ala Alwan, Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur.


Dr Ayman al-Sahbani, kepala darurat di rumah sakit al-Shifa, mengatakan kepada MEE pada hari Jumat bahwa ada kekurangan yang cukup besar yang berkaitan dengan peralatan rumah sakit dan obat-obatan. Dia menambahkan bahwa dokter hampir tidak beristirahat dan hampir tidak menghabiskan waktu di rumah sebagai akibat dari tekanan dari beban kerja.


“Krisis telah mempengaruhi gaji kita. Saya tidak punya bensin untuk mobil saya sendiri dan karena itu datang ke rumah sakit dengan berjalan kaki,” katanya kepada MEE.


Dia menggambarkan situasi mengerikan di rumah sakit utama di Gaza. “Orang-orang dirawat di rumah sakit datang dengan luka akibat pecahan peluru dari serangan dan amputasi. Atau mengalami cedera akibat runtuhnya dinding di rumah orang-orang ketika mereka dibom,” katanya.


“Sebagian besar dari mereka yang tiba akhirnya wafat, ada juga yang datang sudah terpotong-potong. Beberapa datang dengan bagian-bagian yang hilang,” tambahnya. [rika/islampos/pic]




Redaktur: Rika Rahmawati



















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Layanan Kesehatan Gaza Berada Diambang Kehancuran"

Post a Comment