Mencari Kebenaran dalam Hidupnya, Suhaib bin Sinan Masuk Islam


Baru Masuk Islam

Mencari Kebenaran dalam Hidupnya, Suhaib bin Sinan Masuk Islam


Rabu 25 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014 10:30





SUHAIB bin Sinan adalah seorang pemuda yang miskin. Beliau hidup dalam keadaan yang sungguh sederhana. Ayahnya seorang pegawai di kerajaan Iran Mosul yang bernama Sinan. Sungguh pun demikian, Suhaib sentiasa berusaha mencari kebenaran dalam hidupnya. Dan akhirnya dia memeluk Islam.


Sewaktu meletusnya perang di antara Parsi dan Rom Byzantine, Suhaib masih muda belia. Ia ditawan oleh musuh dan dijadikan hamba. Kemudian beliau tinggal di Suriah. Selepas itu dia tidak lagi berbahasa Parsi yaitu bahasa ibundanya. Kemudian ditambah diakhir namanya dengan ‘Ar-rumi’. Dan akhirnya dia dijual kepada Ibnu Jadan, yaitu salah seorang hartawan di Kota Mekah.


Pada awal kemunculan agama Islam di Kota Mekah, Suhaib sudah berada di kota tersebut. Beliau merasa terpanggil dengan ajaran yang mulia ini. Pada permulaan, penyebaran agama Islam dipusatkan di salah satu tempat yaitu di Bukit safa lebih tepatnya di rumah Abi Arqam. Disinilah Suhaib mengucapkan syahadat dan janji setianya sebagai muslim seterusnya mendapat tunjuk ajar dari Nabi Muhammad SAW. Kesetiaannya kepada Nabi Muhammad SAW tidak mengenal batas, baik dalam keadaan perang, krisis maupun dalam keadaan damai.


Dalam menjalankan perintah Allah SWT pada mulanya Suhaib menjalankannya secara sembunyi karena banyak tentangan dari golongan musyrikin Quraish Mekah. Mereka amat membenci dengan ajaran baru ini. Walaupun demikian, Suhaib tetap tabah dan sabar. Tidak ada seorang pun yang mampu menggoyahkannya. Keterampilan dan kepandaian Suhaib sangat mengagumkan, hal ini dibuktikan dengan kemahirannya mengendalikan panah dan busurnya di medan perang.


Pada setiap peperangan, Suhaib senantiasa menjaga keselamatan Rasulullah SAW dan berani kedepan walaupun bertaruh nyawa demi membela Rasulullah SAW. Ketinggian peribadi Suhaib bin Sinan terlihat ketika penghijrahannya ke Kota Madinah. Penduduk Mekah tidak membenarkannya ikut serta dalam penghijrahan karena beliau dahulunya datang ke Mekah dalam keadaan miskin, dan kini beliau sudah kaya. Tetapi Suhaib dengan ikhlas hati meninggalkan segala harta kekayaannya.


Akhirnya, Suhaib ikut serta dalam hijrah tersebut hanya dengan membawa sehelai baju. Kemudian beliau bertemu dengan Rasulullah SAW di Quba’ beserta dengan golongan Ali bin Abi Talib. Dengan pribadi dan tingkah lakunya itulah dia dipandang mulia di dalam masyarakat, baik pada zaman Rasulullah SAW maupun selepas wafatnya. Suhaib bin Sinan wafat di Kota Madinah pada bulan Syawal tahun 38 Hijrah pada usianya 73 tahun dan dikebumikan di tanah perkuburan Baqi’. [santi/islampos/ myselangkah]



Redaktur: Santika Nurpatimah








No related posts.














Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mencari Kebenaran dalam Hidupnya, Suhaib bin Sinan Masuk Islam"

Post a Comment