Dunia
Sabtu 7 Ramadhan 1435 / 5 Juli 2014 08:16
LAPORAN terbaru dari Pusat Kajian fasis, anti-fasis dan pasca-fasis di Teesside University mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan serangan terhadap perempuan Muslim dalam kejahatan kebencian anti Islam.
Pusat yang berada di Teesside University secara independen menganalisis data pada tahun 2013-2014 melalui proyek “Tell Mama” untuk mengukur serangan anti-muslim.
Temuan mereka menunjukkan bahwa lebih dari setengah, 54 persen, insiden anti-Muslim dilakukan terhadap perempuan yang sering mengenakan pakaian tradisional Islam (hijab). Hampir seperempat dari para korban digambarkan memakai pakaian ‘Islami’ pada saat serangan yang dilaporkan selama periode 10 bulan.
Menurut laporan itu, hampir seperlima dari semua kasus yang tercatat terjadi setelah pembunuhan Drummer Lee Rigby pada tanggal 22 Mei 2013.
Tell Mama sendiri adalah kelompok pemantauan anti-Muslim dan menjalankan hotline yang memungkinkan orang untuk melaporkan kejahatan anti Muslim. Organisasi ini didirikan pada tahun 2012 dengan dukungan pemerintah dan menerima dari dana pemerintah sebesar £ 214.000 pada tahun yang sama.
Dari 734 insiden yang dilaporkan secara hotline, 599 secara online dan 135 adalah offline. “Berbagai indikator menunjukkan bahwa kejahatan kebencian anti-Muslim terutama di Inggris naik antara 1 Mei 2013 hingga Februari 2014,” kata laporan itu. Data menunjukkan bahwa para pelaku kejahatan kebencian didominasi oleh pria. 78 persen dari insiden offline dan 74 persen insiden secara online yang dilakukan oleh laki-laki.
Tiga bulan setelah pembunuhan Lee Rigby, 34 serangan masjid dicatat oleh Tell Mama. Pelanggaran berkisar dari coretan grafiti dan merusak masjid-masjid di Inggris untuk sembilan kasus pembakaran dan tujuh kasus pembobolan serta kekerasan terhadap jamaah. Lembaga hubungan ras mengatakan bahwa serangan ini terkait dengan kelompok sayap kanan.
“Untuk saat ini, serangan tersebut biasanya diabaikan oleh media mainstream,” tulis Jon Burnett dari Institut Hubungan antar Ras.
Laporan itu juga mengatakan bahwa ada elemen kuat keterlibatan sayap kanan dalam setiap serangan terhadap perempuan Muslim.[fq/islampos/anadolu]
Redaktur: Al Furqon
Kategori Ini berisi tentang Khabar Dunia Internasional
0 Response to "Muslimah Inggris Semakin Jadi Target Serangan Kejahatan Anti Muslim"
Post a Comment