Dunia
Kamis 5 Ramadhan 1435 / 3 Juli 2014 09:33
PARA dokter di Uni Emirat Arab melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien dengan masalah perut di Rumah Sakit sejak awal Ramadhan, surat kabar yang berbasis di UEA The National melaporkan pada hari Selasa lalu.
Uni gawat darurat hampir tiap menerima pasien dengan masalah perut terkait terlalu berlebihan selama berbuka puasa serta masalah ginjal karena dehidrasi selama menjalan puasa.
Menurut surat kabar tersebut, para dokter UEA mengatakan bahwa jumlah orang yang datang ke rumah sakit meningkat dua kali lipat selama bulan Ramadhan.
“Anda akan lebih gampang menderita masalah pencernaan karena pola makan setelah berpuasa,” ujar Dr Biniam Tesfayohannes, kepala departemen darurat di Rumah Sakit Mafraq Abu Dhabi, mengatakan kepada The National.
“Hal ini disebabkan karena cara makan yang tidak sesuai kesehatan sewaktu dan setelah berbuka berpuasa. Beberapa orang makan terlalu besar dalam jumlah karbohidrat. Sehingga banyak dari mereka menderita sakit perut dan mereka datang ke rumah sakit untuk masalah ini.”
Berbuka puasa dengan memakan apa saja dan terlalu banyak sangat tidak bijaksana dalam suasan Ramadhan ini, ia menambahkan.
“Beberapa orang mengatakan kepada saya mereka tidak bisa berbuka puasa dengan makanan yang lembut. Sementara beberapa lainnya memiliki beberapa sup atau jus, dan yang lainnya memiliki makanan dengan menu yang lengkap. Dan orang-orang yang memiliki makanan lengkap serta memakan semuanya sewaktu berbuka, biasanya satu atau dua jam kemudian mereka mendapatkan sakit perut,” kata Tesfayohannes.
“Hal ini bisa dengan mudah dihindari jika mereka tidak asal makan dan makan terlalu tergesa-gesa.”
Menurut dokter spesialis lainnya yang berbicara kepada surat kabar The National, makan berlebihan pada buka puasa adalah masalah setiap tahunnya.
Dr Muhammad Magdi, seorang spesialis pengobatan darurat di sebuah rumah sakit Dubai, mengatakan “kebanyakan orang yang mengalami masalah perut, mereka memiliki gastroenteritis. Mereka muntah-muntah dan diare serta sakit perut.”
“Jangan terburu-buru untuk makan sejumlah besar makanan,” saran Muhammad. “Tapi sebaiknya secara bertahap mengkonsumsi makanan yang biasa kita makan. Minumlah dengan air putih yang agak hangat. Kami menyarankan selama sahur untuk mengkonsumsi makanan ringan. Jaga kebersihan makanan sewaktu makan.”[fq/islampos/alarabiya]
Redaktur: Al Furqon
from Islampos http://ift.tt/1vyO5pV
Sumber Islampos
0 Response to "Selama Ramadhan, Pasien Sakit Perut di Rumah Sakit UEA Meningkat"
Post a Comment