Seleka Tuntut Pemisahan Wilayah Republik Afrika Tengah

KIBLAT.NET, Brazzaville – Pejuang Seleka menuntut pemisahan wilayah Republik Afrika Tengah menjadi dua wilayah, bagian utara untuk Muslim dan bagian selatan untuk Kristen. Langkah itu cukup mengejutkan dalam pertemuan yang ditujukan untuk menghentikan kekerasan agama, demikian sumber dalam pertemuan itu mengatakan, pada Selasa (22/7).


Pemimpin delegasi Seleka di dalam forum tiga hari di Brazzaville itu, Jenderal Mohamed Moussa Dhaffane, mengatakan forum sudah waktunya meresmikan partisi, setelah puluhan ribu Muslim melarikan diri dari wilayah selatan.


Pembicaraan itu mengundang 169 delegasi dari pemerintahan transisi, masyarakat sipil dan kelompok-kelompok bersenjata itu. Pembicaraan itu juga bertujuan mencapai gencatan senjata dan perlucutan senjata dari pejuang Seleka dan milisi Kristen anti-Balaka.


Ribuan orang telah tewas dan lebih dari satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam bulan-bulan kekerasan sektarian, yang meletus setelah pemimpin Seleka sekaligus Presiden sementara Michel Djotodia mengundurkan diri di bawah tekanan internasional.


Peningkatan serangan balas dendam milisi Kristen kepada umat Islam, mendorong warga Muslim wilayah Utara bersama pejuang Seleka menciptakan partisi secara de facto.


Mantan menteri Muslim sekaligus pemimpin gerakan MLCJ, Abakar Sabone yang berada di pertemuan itu, mengatakan bahwa Seleka menuntut partisi wilayah Republik Afrika Tengah menjadi dua sebagai prasyarat dilanjutkannya pembicaraan.


“Mereka (Seleka), mewakili komunitas Muslim di utara. Sebenarnya, partisi itu sudah berlangsung, karena semua Muslim saat ini sudah berada di utara dan pemerintah tidak memiliki akses ke utara,” kata Sabone.

“Seleka menyuarakan apa yang masyarakat utara inginkan,” tambahnya.


Permintaan partisi yang muncul menjadi kejutan bagi mediator pertemuan, seperti presiden Republik Kongo Denis Sassou N’Guesso, yang memimpin sidang.


N’Guesso nampak putus ada setelah Seleka mengajukan partisi, kata seorang peserta lain yang meminta tidak disebut namanya kepada Reuters.


Pihak Seleka, ootoritas pemerintah sementara Republik Afrika Tengah dan mediator, tidak mau berkomentar tentang tuntutan Seleka itu.


Menjelang sore hari, delegasi Seleka tidak muncul di dalam pertemuan.


Kepala Pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, Jean Marie Michel Mokoko mengatakan kepada Reuters bahwa permintaan partisi tidak sampai didiskusikan pada saat ini.


“Hanya masa depan pembicaraan yang akan kami bahas, jika ide partisi ini juga merupakan keinginan nyata, itu bisa dibahas. Apapun masalahnya, saat ini, kita tidak tertarik pada aspek itu,” kata Mokoko.


Editor: Qathrunnada


Sumber: Reuters


The post Seleka Tuntut Pemisahan Wilayah Republik Afrika Tengah appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Seleka Tuntut Pemisahan Wilayah Republik Afrika Tengah"

Post a Comment