Dunia
Analis: “Semua Tentara AS itu Pasukan Terlatih. Ya, Pasukan Pembunuh Terlatih”
Kamis 17 Syawal 1435 / 14 Agustus 2014 21:30
HINGGA saat disebut-sebut setiap perang yang dilakukan Amerika setalah insiden 9/11, tidak di Afghanistan, Irak tahun 2003,Libya ataupun negara berkonflik lainnya, di sana tidak ada otorisasi Dewan Keamanan PBB atas Amerika.
“Bukan Amerika yang tunduk pada dewan keamanan , tapi sebaliknya Amerika-lah yang berkuasa atas dewan keamanan,” kata Lendman, seorang analis perang Timur Tengah kepada presstv dalam sebuah wawancara telepon pada hari Rabu (13/8/14).
“Obama melakukan agresi tanpa hukum, persis seperti George Bush melawan Irak,” Lendman mencatat.
Sehingga ia menepis anggapan bahwa meningkatnya operasi militer di Irak yang dilakukan AS untuk tujuan kemanusiaan adalah bohong besar. Apalagi gagasan bahwa Amerika untuk melawan ISIS adalah tidak masuk akal.
“Semua tentara AS itu pasukan tempur terlatih. Ada kemungkinan mereka adalah Pasukan Khusus, yang berarti mereka pembunuh terlatih pula, tidak di Afghanistan, Irak, Libya atau negara berkonflik lainnya” katanya.
Lendman menunjukkan bahwa satu-satunya cara negara dapat terlibat dalam permusuhan dan peperangan terhadap negara lain adalah jika Dewan Keamanan (PBB) memberikan lampu hijau untuk langkah itu. [ra/islampos/pt]
Terkait:
- Laporan: Agen Keamanan Nasional AS Mata-matai Diplomat Prancis
- Syaikh Qaradhawi Kecam Serangan di Gereja Al-Azra Mesir
- Aliran Minyak Yaman Terhenti Setelah Pipa Minyak Utama Disabotase
- ‘Senjata Kimia Suriah Alasan Israel “Baikan” Dengan Turki’
- Polisi Jaga Ketat Kantor Ikhwan Mesir
Redaktur: Ratna
Kategori Ini berisi tentang Khabar Dunia Internasional
0 Response to "Analis: “Semua Tentara AS itu Pasukan Terlatih. Ya, Pasukan Pembunuh Terlatih”"
Post a Comment