Dokumentasi Film Crying In The Sun

Diatas pegunungan Checnya,desa kuno Zumsoi berdiri sebagai simbol tragis perang pembebasan melawan Rusia. Sebuah rumah untuk beberapa keluarga yang mana sejak nenek moyang nya dahulu telah bertani disana untuk beberapa generasi,kini ditinggalkan. Zarema Mukhuseva aktivis muda hak asasi manusia dari Grozny yang menghabiskan dua tahun untuk membuat film dokumentasi di Zumsoi mancoba mendokumentasikan. Hasilnya film Crying Sun:The Impact Of War In Mountains Of Checnya (Matahari Menangis:Akibat Perang


Di pegunungan Checnya) telah di putar di Washington,DC.


Di pilihnya judul ini karena sebuah gambar yang d lukis seorang anak kecil .Di sebuah desa dengan rumah terbakar dan disana matahari menangis di langit diatas rumah yang terbakar.


Kami berfikir matang bahwa judul ini sangat cocok menjelaskan situasi dan emosi penduduk yang hidup selama peperangan. Di tempat yang sangat tinggi di pegunungan Checnya


dan kami ke sana karena mendengar adanya operasi “pembersihan” (yang dilakukan Pasukan Rusia) dan kami mengunjungi desa ini setelah operasi itu karena kami ingin mendokumentasikanya.


Kelompok Hak Asasi Manusia di Rusia tidak pernah membuat film atau video sebelumnya,ini adalah proyek pertama mereka.Film tersebut selesai dengan bantuan saksi-saksi kejadian disana.


Kami menghabiskan dua tahun lamanya untuk pembuatan filem,tapi sebenarnya kami tidak pernah berharap untuk membuat filem,kami hanya mengamati orang-orang yang datang dan pergi dan memfilemkan apa yang kami lihat.


Aktivitas ini kami lakukan di pegunungan Checnya di desa Zumsoi.Desa ini adalah desa yang luar biasa karena ini adalah desa yang bersejarah,sebuah desa kuno.


Karakterkepahlawanan difilem ini adalah dua keluarga dan kami mengikuti kehidupan sehari -hari mereka selama dua tahun.


Kami khususnya mengikuti satu orang(Myahdi Muhayef)-selama peperangan,saudaranya yang berumur 15 tahun diculik oleh tentara Rusia.Saudaranya yang lain juga ditahan,dan setelah disiksa dengan kejam dia menjadi cacat.Kemudian dia sendiri juga dimasukan ke penjara.Setelah dia dihukum oleh pemerintah dia menghilang beberapa hari kemudian dengan tuduhan kejahatan yang sangat serius.


Karakter utama lainya pada filem ini adalah sorang guru sekolahdi Zumsoi yang berumur 103 tahun.Setelah semua orang meninggalkan desa dia mulai bekerja untuk Organisasi Hak Asasi manusia di bagian Orang-orang hilang.


Filem ini menunjukan kehidupan orang-orang ini ,tentang situasinya dan bagaimana mereka diperlakukan oleh Tentara Rusia .Juga memperlihatkan tentang alam pedesaan-


setelah peperangan,serangan udara,operasi pembersihan dan tentang sekeluarga yang satu persatu akhirnya meninggalkan desa hingga desa akhirnya tak berpenghuni.


Filem kami menjelaskan tragedi bagaimana orang-orang memilih meninggalkan desa pegunugan di Checnya,bagaimana perang telah menekan populasi orang-orang pribumi.


Tentara pemerintah beralasan aksi yang mereka lakukan karena penduduk yang tinggal di pegunungan mensuplay makanan kepada gerilyawan Checnya yang masih beroperasi di pegunungan.


Tujuan kami dalam dokumentasi ini bukan hanya untuk menunjukan problem sosial ,tapi untuk menunjukan kehidupan sederhana mereka yang berani menghadapi perang di pundak mereka.Dan untuk menunjukkan nasib mereka yang terlukai oleh perang.


Reaksi internasional setelah melihat filem ini adalah bahwa filem ini sangat keras/kasar untuk dilihat begitu juga bagiku walaupun aku menyaksikanya sendiri dengan mata kepalaku tapi tetap sulit bagiku untuk melihatnya .Contohnya ada bekas operasi pembersihan oleh tentara Rusia (yang mengerikan) dan menyaksikanya dan kamu akan merasa “dingin”.


Ada suatu momen di filem ini ketika seorang Checnya yang hidup di luar Checnya (orang-orang yang mengungsi) merasakan sangat sedih dan terkenang-kenang terutama dengan keindahan gunung dan orang-orang yang hidup disana.


Kami telah memutar filem ini di Moskow dan kami berencana memutarnya di beberapa kota di Rusia.Saya tidak mau filem ini hanya dilihat oleh pemerintahan saja.Bagiku lebih penting untuk mengubah opini kebanyakan rakyat Rusia daripada mengubah opini orang Rusia lainya seperti Vladimir Putin (pemerintahan Rusia).


Dampak Perang


Perang itu sangat mengerikan tidak cuma karena membawa kehancuran dan kematian dari teman dan keluarga,tapi juga menumbuhkan benih konflik dan permusuhan yang akan


tumbuh kembali.Di Checnya hari ini banyak sekali keluarga yang anaknya menjadi yatim piatu,dan anak-anak ini semenjak masa kanak -kanak telah mendengar dan melihat tentang tentara pemerintah dan operasi pembersihan dan orang-orang bertopeng.


Mereka tumbuh besar dengan gambaran itu.Dan saat mereka dewasa politik apa yang akan terlihat oleh mereka?Kebanyakan adalah apa yang mereka alami pada saat masa kecil mereka.


Suatu waktu saya berkunjung ke sebuah keluarga untuk mengabadikan sesuatu,dan disana ada seorang wanita tua ,dia di kelilingi oleh lima anak laki-laki.Dia berkata,sambil


menunjuk salah satu anak”ini anak dari anak tertuaku” dan dia menunjuk anak yang lainya “ini anak dari “anakku yang termuda lainya” yang dari anakku yang tengah tengah.


Semua anaknya telah ditangkap oleh Rusia ,seperti juga suaminya dan semuanya masih hilang .Dan saya berfikir tentang anak-anaknya yang akan tumbuh tanpa anaknya .Dan meraka bermain “perang” di halamanya .Jadi saya pikir saat mereka tumbuh nanti mereka akan terlihat lebih radikal dari orangtua mereka.


Saat aku kecil teman temanku bermain peang-perangan seperti biasa.Beberapa mau menjadi tentara Rusia dan yang lainya akan berkata “Kamu harus jadi tentara Jerman “(tentara Nazi)” dan tak ada satupun yang mau menjadi tentara Jerman,mereka semua ingin menjadi tentara Rusia .Sekarang,ketika anak-anak bermain perang- perangan mereka semua ingin menjadi pejuang Checnya.Tak ada satupun yang mau menjadi tentara Rusia.


ini adalah salah satu link ke cupilkan filem tersebut.


http://ift.tt/1BYh2Se


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dokumentasi Film Crying In The Sun"

Post a Comment