M Fachry untuk Al-Mustaqbal Channel
JALUR GAZA-Israel memang tidak kenal kata damai dan sudah seharusnya tidak ada damai dengan Israel. Meski kesepakatan gencetan senjata telah dideklarasikan dengan bangsa keturunan kera dan babi ini, pasukan pertahanan Israel (IDF-Israel Defence Force) tetap menyerang sasaran di Jalur Gaza. Laa haula wa laa quwwata illa billah!
“Setelah penembakan roket baru ke Israel, IDF sekarang mengincar lokasi di seluruh Jalur Gaza,” kata juru bicara unit IDF dalam satu pernyataan pada Kamis, yang disiarkan kurang dari satu jam setelah gencatan senjata sebelumnya selama 72-jam berakhir pada tengah malam.
Ashraf Al-Qedra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, memberitahu wartawan bahwa tak ada laporan mengenai korban cedera dalam serangan udara paling akhir tersebut.
“IDF tetap siaga dan mempertahankan tingkat kesiapan tinggi dengan kemampuan pertahanan dan penyerangan, dan akan segera menanggapi setiap ancaman terhadap Israel,” kata IDF sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.
Serangan itu dilancarkan tak lama setelah pengumuman di Kairo, Mesir, tentang perpanjangan gencatan senjata selama 120 jam antara Israel dan Hamas.
Pada Rabu malam (13/08/2014) Azzam Al-Ahmad, pemimpin delegasi Palestina di Kairo, mengumumkan bahwa Israel dan Hamas sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata saat ini, yang berakhir pada tengah malam, selama lima hari lagi, 120 jam.
Itu adalah gencatan senjata ketiga yang disepakati dalam dua pekan belakangan. Selama masa gencatan senjata, delegasi Israel dan Palestina melaksanakan pembicaraan tak langsung di Kairo melalui penengah Mesir guna mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri agresi selama sebulan oleh Israel.
Namun, seorang pejabat Israel mengatakan tak lama setelah pengumuman perpanjangan itu bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Moshe Ya-alon memerintahkan militer untuk menanggapi serangan roket tersebut.
Tak ada tanggapan resmi yang dikeluarkan oleh Israel mengenai pengumuman Azzam Al-Ahmad, yang juga mengatakan kemajuan dicapai antara kedua pihak selama perundingan di Kairo untuk mencapai gencatan senjata permanen.
Gencetan Senjata, Serangan Israel Malah Meningkat
Ironis, meski telah menyetujui gencetan senjata, Israel malah meningkatkan serangannya ke Gaza. Tentara keturunan kerap dan babi Israel meningkatkan serangan udara pada rumah-rumah warga Palestina di kota Beit Lahia utara dan bagian lain dari Jalur Gaza, Minggu malam, meskipun kesepakatan Kairo memperbarui gencatan senjata 72 jam.
Serangan udara intensif berlangsung selama satu jam, menewaskan sedikitnya empat warga sipil dan melukai 25 lainnya di Beit Lahia, kata sumber-sumber medis setempat seperti dikutip kantor berita KUNA.
Di kota selatan Khan Yunis, tiga orang tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan udara serupa di distrik-distrik timur kota.
Di wilayah Bir Al-Naja, kota Jabalia, sebelah utara Jalur Gaza, seorang tewas dan enam lainnya luka-luka oleh pesawat tempur Israel.
Artileri negara Yahudi itu terus menggempur bagian timur Desa Hajar Al-Dik, Gaza timur, dan Kabupaten Al-Sawareha di kamp pengungsi Al-Nusairat, menimbulkan kerusakan material yang luas dan sejumlah korban yang belum dipastikan.
Korban sejak serangan 8 Juli telah mencapai 1939 orang tewas dan 9.886 terluka.
Para syuhada tersebut termasuk 467 anak-anak, 243 wanita dan 87 orang tua sementara mereka yang terluka termasuk 3.009 anak-anak, 1.912 perempuan dan 350 lansia, menurut statistik dari Departemen Kesehatan Gaza. Inilah Israel, tak bisa diajak damai dan sejatinya tidak ada damai dengan Israel!
Wallahu a’lam bis showab!
Sumber : Diolah dari Antara News
0 Response to "Gencetan Senjata, Israel Tetap Serang Gaza!"
Post a Comment