Pemimpin Kurdi Dipenjara Sebut Perang dengan Turki Mendekati Akhir


Dunia

Pemimpin Kurdi Dipenjara Sebut Perang dengan Turki Mendekati Akhir


Ahad 20 Syawal 1435 / 17 Agustus 2014 18:36






PEMIMPIN militan Kurdi yang dipenjara, Abdullah Ocalan mengatakan perang 30-tahun gerakannya melawan pemerintah Turki sudah mendekati akhir melalui negosiasi yang demokratis, Firatnews melaporkan Sabtu kemarin (16/8/2014).


“Perang 30 tahun ini mendekati akhir melalui negosiasi demokratis,” kata Ocalan kepada anggota parlemen pro-Kurdi yang mengunjunginya di penjara pada 15 Agustus lalu, dalam peringatan ke-30 peluncuran pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Pekerja Kurdistan (PKK).


“Proses ini memiliki arti penting sejarah dan sosial yang mendalam serta memiliki potensi untuk menjadi model bagi penyelesaian damai terkait masalah serius di seluruh wilayah, bukan hanya di Turki,” tambahnya, menurut laporan yang mengutip pernyataan anggota parlemen dari Partai Demokrasi Rakyat (HDP) pro-Kurdi.


Ankara memulai pembicaraan damai dengan pemimpin Kurdi pada tahun 2012 dalam upaya untuk mengakhiri pemberontakan 30 tahun yang telah menewaskan 40.000 orang.


Pernyataan Ocalan ini datang seminggu setelah kemenangan Perdana Menteri Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden.


Erdogan telah menginvestasikan modal politik yang signifikan dalam upaya perdamaian Kurdi, dengan meningkatkan hak-hak budaya dan bahasa bagi warga Kurdi dengan risiko mengasingkan beberapa dukungan akar rumput nya.


PKK sendiri mengangkat senjata melawan Turki pada tahun 1984 dengan tujuan membuat sebuah negara terpisah di tenggara Turki. Mereka kemudian memoderasi tuntutan mereka, dengan menuntut peningkatan hak-hak politik dan budaya yang sudah lama ditolak.[fq/islampos/worldbulletin]




Redaktur: Al Furqon


















Kategori Ini berisi tentang Khabar Dunia Internasional



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemimpin Kurdi Dipenjara Sebut Perang dengan Turki Mendekati Akhir"

Post a Comment