AntiLiberalNews - Pekerja di kota Gaza membersihkan jalan dari puing-puing dan kabel listrik yang terbengkalai pada Rabu (27/8), dimana gencatan senjata mulai efektif diberlakukan setelah 50 hari pembantaian oleh teroris Yahudi Zionis.
Keluarga pengungsi mengungkapkan rasa lega sekaligus frustrasi saat mereka kembali ke rumah mereka yang rusak.
Beberapa dari mereka yang paling gembira adalah kalangan nelayan Gaza, yang sekarang mampu berlayar enam kilometer lepas pantai untuk melemparkan jala mereka, dimana pada masa agresi hanya bisa maksimal tiga kilometer. Itu dapat mereka lakukan bahkan saat kapal patroli teroris Yahudi Zionis mengawasi, yang memungkinkan mereka untuk kembali dengan hasil tangkapan penuh.
Ribuan keluarga mengungsi dari daerah utara dan timur Gaza, lokasi dari beberapa pertempuran paling intens. Kini mereka kembali ke distrik mereka, hanya untuk mendapati rumah mereka hancur sebagian atau seluruhnya.
“Saya bahagia dan saya tidak bahagia,” kata Salama Al-Attar, seorang ayah dari tiga anak dari kota Bait Lahiyah.
“Saya bahagia karena perang telah berakhir dan saya tidak bahagia karena saya tidak memiliki tempat tinggal, tidak memiliki rumah.”
Sumber : World Bulletin
Red : Wijat
0 Response to "Ribuan Saudara Kita di Gaza Kembali ke Rumah"
Post a Comment