KIBLAT.NET, Baghdad – Milisi Syiah Irak kembali melakukan pembantaian terhadap warga Ahlu Sunnah. Sedikitnya 15 warga Sunni dibantai dan jasad mereka digantung di sebuah tiang-tiang listrik di tengah kota Baqubah, timur laut Baghdad.
Dilansir dari media Islam Al-Moslim, Jumat (01/08), seorang pejabat polisi yang berada di lokasi kejadian mengatakan bahwa para milisi Syiah itu melarang petugas medis menurunkan jasad-jasad tersebut. Ia menunjukkan bahwa jasad-jasad warga Sunni itu digantung di tiang listrik di jalan kota.
“Ini merupakan takti baru dengan membiarkan jasad-jasad mereka tergantung untuk menteror warga Sunni. Kami telah meminta izin mereka untuk menurunkan jasad-jasad itu, akan tetapi ditolak,” ujar polisi itu.
Perlu diketahui, milisi Syiah di Irak semakin gencar membantai warga Ahlu Sunnah yang berada di lingkungan mereka. Pembantaian itu terus berlanjut setelah rujukan utama mereka memerintahkan memerangi pejuang Irak yang hampir seluruhnya adalah Ahlu Sunnah.
Sementara itu, mujahidin di kota Mosul mengumumkan berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tempur militer. Pesawat itu ditembak ketika melancarkan aksinya, menyerang pemukiman sipil.
“Sebuah pesawat mencoba menggempur pemukiman sipil di utara Mosul akan tetapi pejuang menembakkan senjata anti pesawat dan tepat mengenai sasaran,” ujar saksi mata.
Saksi itu menambahkan, pejuang terus menembaki pesawat lainnya sehingga meninggalkan langit Mosul.
Editor: Hunef
Sumber: almoslim.net
The post Setelah Dibantai, 15 Warga Sunni di Irak Digantung di Tiang Listrik appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Setelah Dibantai, 15 Warga Sunni di Irak Digantung di Tiang Listrik"
Post a Comment