Disebutkan bahwasanya Umar radhiyallahu ‘anhu pernah membawa tempat air di atas pundaknya. Sebagian orang mengkritiknya, namuan beliau berkata, “Aku terlalu kagum terhadap diriku sendiri. Oleh karena itu, aku ingin menghinakannya.” ** Pada waktu tahun paceklik dan kelaparan, beliau tidak pernah makan kecuali roti dan minyak, hingga kulit beliau berubah menjadi hitam. Beliau berkata, “Akulah sejelek-jelek ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Umar, Roti, Air, dan Nyala Api"
Post a Comment