AntiLiberalNews - Tiga belas tahun setelah tragedi 9/11, Muslim AS masih hidup dalam ketakutan akibat meningkatnya serangan berlatar belakang Islamofobia dan rasisme secara teratur selama bertahun-tahun.
“Tiga belas tahun setelah peristiwa tragis 9/11, kami melihat angka yang tinggi dan konsisten dalam hal insiden kejahatan kebencian dan lonjakan retorika politik xenofobik yang ditujukan untuk masyarakat kami, menggambarkan mereka sebagai non-Amerika, tidak diinginkan dan tidak setia,” kata Suman Raghunathan, Direktur Eksekutif organisasi Warga Amerika Asia Selatan Memimpin Bersama (SAALT), seperti dikutip oleh International Business Times, Rabu (10/9).
“Secara tidak nyaman, lebih dari 80 persen insiden kejahatan kebencian yang terdokumentasikan termotivasi oleh sentimen anti-Muslim,” katanya.
“Demikian pula, mayoritas – lebih dari 90 persen – komentar politik bernada xenofobik dimaksudkan untuk bias anti-Muslim.”
“Akibatnya, banyak orang di dalam masyarakat kami yang hidup dalam ketakutan yang meningkat,” kata Raghunathan.
“Anggota masyarakat (kami) dikirimi pesan bahwa kami tidak diinginkan bahkan di tempat tersuci kami, sebuah pesan yang bertentangan dengan nilai-nilai inti bangsa kita.”
Red : Wijat
0 Response to "13 Tahun Tragedi 9/11, Muslim AS Masih Hidup Dibawah Teror Islamofobia"
Post a Comment