CANBERRA, Muslimdaily.net - Meski pemerintah lokal Gold Coast di Negara Bagian Queensland, Australia, telah menyetujui rencana pembangunan masjid di daerah Currumbin, rencana itu ditentang keras oleh sekelompok warga setempat
Selain harus menghadapi aksi demonstrasi, dua pejabat setempat juga menerima ancaman pembunuhan karena secara terbuka mendukung rencana pembangunan masjid itu. Persetujuan pemerintah Gold Coast tersebut dikeluarkan awal pekan ini melalui voting. Pejabat yang mendukung rencana tersebut, Cameron Caldwell dan William Owen-Jones, kemudian menerima ancaman lewat telepon.
Chris Robbins, seorang pejabat lainnya yang justru menolak rencana pembangunan juga mengalami pelecehan melalui media sosial. “Ancamannya tidak secara langsung, namun berupa komentar tidak pantas di Facebook. Misalnya, ada yang mengancam akan membunyikan musik sekeras-kerasnya setiap kali mereka melakukan ibadah di masjid itu. Ada warga masyarakat, yang, bisa saya katakan redneck (warga kulit putih garis keras) yang akan membawa ketidakharmonisan dalam masyarakat,” kata Robbins.
Dalam sebuah pernyataannya, Menteri Pariwisata Queensland Jann Stuckey menyayangkan aksi sekelompok warga tersebut dan menyebut mereka “telah merusak reputasi Kota Cold Coast”. Pejabat pemerintah lainnya, Ray Stevens, mengatakan aksi-aksi sekelompok warga itu sama sekali tidak mewakili Gold Coast secara keseluruhan.
“Australia negara yang cinta damai dan secara luas menolak diskriminasi terhadap kelompok masyarakat tertentu,” ujar Stevens. Seperti dilansir ABC, Jumat (12/9/2014).
Pejabat lainnya, John-Paul Langbroek, mengatakan warga Golad Cost terdiri atas sekitar 140 latar belakang kebangsaan dan “merupakan contoh nyata dari masyarakat modern yang multikultural.” (asatunews).
0 Response to "Aneh, Pejabat Setujui Pembangunan Masjid Malah Diancam"
Post a Comment