Beda Anak Aktif dan Hiperaktif (2-Habis)


Parenting

Beda Anak Aktif dan Hiperaktif (2-Habis)


Selasa 7 Zulkaedah 1435 / 2 September 2014 17:30





MEMILIKI anak aktif tidak perlu membuat para orangtua pusing. Saatnya kita mengetahui trik menghadapi anak aktif agar ia bisa tumbuh menjadi anak berkualitas.


Cara menghadapi anak aktif agar tumbuh menjadi anak yang berkualitas:


1. Mintalah ia untuk memimpin sesuatu. Buat kerangka kegiatan beserta aturannya sebelum kegiatan dimulai. Dengan demikian, energi yang berlimpah dapat mengalir dengan leluasa tanpa membawanya ke suatu masalah.


2. Pada anak aktif, dia sangat perlu merasakan bahwa dirinya dibutuhkan dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, untuk menyalurkan energinya maka orangtua dapat memberikannya suatu tugas seperti membersihkan tempat tidur atau mencuci sepedanya. Katakan kepadanya bahwa orangtua percaya bahwa ia dapat melakukannya dengan baik. Jika anak berhasil menjalankan sesuatu dengan baik, jangan lupa memberi pujian atas prestasi atau kesuksesannya tersebut.


3. Jika dia berbuat salah, maka maafkanlah. Anak aktif biasanya mempunyai kecenderungan lebih banyak melakukan kesalahan. Dan dia belajar tentang dirinya dari kesalahan.


4. Jangan memberi label anak nakal kepada si kecil yang aktif. Karena akan terdengar sangat negatif dan memojokan anak.


Tapi, bagaimana bila kita mempunyai anak yang hiperaktif? Apa yang harus dilakukan? Untuk atasi masalah tersebut, Anda dapat menghadapinya dengan cara berikut.


1. Ajarkan disiplin pada anak hiperaktif agar ia dapat mengatur dirinya dengan baik.


2. Jangan menghukumnya karena perilaku hiperaktif bukan kesalahan anak Anda.


3. Jangan sekali-kali melabel anak hiperaktif sebagai anak nakal, malas atau bodoh, karena kahirnya ia akan bersikap seperti yang dilabelkan padanya.


4. Keefektifan terapi berbeda-beda bagi tiap anak. Orangtua harus menentukan terapi yang terbaik bagi anak.


5. Yang terpenting berikan kasih sayang (bukan memanjakannya) pada anak hiperaktif melebihi saudara lainnya. Alasannya, seberapa banyak kasih sayang yang ditumpahkan pada anak hiperaktif, tidak akan bisa penuh.


6. Dalam mengajari anak Anda yang hiperaktif, jangan bosan untuk terus menerus mengulang hal-hal yang dengan cepat dapat dipelajari dan diingat oleh anak normal.


7. Di depan anak Anda tersebut, katakanlah pada orang lain kalau ia adalah anak yang baik. Dan jangan mengomentari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya.


8. Secara konstan/ terus menerus waspadalah terhadap segala tindakannya yang mungkin dapat membahayakan dirinya atau orang lain.


9. Jika pada anak normal kita cenderung berkomunikasi pada saat-saat tertentu, pada anak hiperaktif kita harus berkomunikasi “setiap satu menit sekali.”


10. Salah satu hal tersulit adalah ketika sedang berada di meja makan dan kita meminta ia makan sendiri. Mungkin ia akan memainkan makanannya atau berlari-lari mengelilingi meja makan. Jika seperti itu, jangan marahi ia! Yang harus Anda lakukan adalah menyuapi ia dengan sabar. [rika/islampos/mamadananak1/ceritawanitaku]




Redaktur: Rika Rahmawati


















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beda Anak Aktif dan Hiperaktif (2-Habis)"

Post a Comment