Bukan Hanya Soal “Siapa yang Memimpin..?”

felix-siauw DETIKISLAM.COM – pemimpin pilihan rakyat, pemimpin pilihan DPRD | selama tak menerapkan hukum Allah, apa bedanya?


tapi bila pemimpin sudah menerapkan hukum Allah, maka mau pilihan siapapun | yang menang tetap kaum Muslim, yang menang tetap kebaikan


coba pikir, selama sistemnya masih bukan sistem Islam | tetap saja ada potensi pemimpin non-Muslim, mau via rakyat atau via DPRD, sama saja


tapi bila sistemnya Islam, koridornya jelas, syarat jadi pemimpin jelas, dengan apa dia memimpin juga jelas | semua dari Allah dan Nabi


dalam sistem demokrasi, yang Muslim dan yang non-Muslim sama-sama bisa jadi pemimpin | bila banyak dukungan atau pencitraan, atau uang


dalam sistem Islam? hanya yang taat Allah yang boleh dipilih | dukungan datang karena Allah, bukan yang lain


tidak selalu rakyat yang dibawah lebih tahu, tidak juga DPRD yang diatas yang lebih tahu | yang jelas Allah yang lebih tahu dan punya syarat


selama syarat Allah dipenuhi, insyaAllah semua akan baik | pemimpin adil yang dirindukan itu yang menaati kitabullah dan sunnah


Rasulullah pernah mengangkat pemimpin (wali) tanpa meminta ummat memilih langsung | dan mewajibkan mereka memimpin dengan hukum Allah


Rasul pun pernah meminta pendapat satu kaum siapa kiranya yang cocok jadi pemimpin | dan lalu mewajibkannya memimpin dengan hukum Allah


jadi letak pentingnya itu pada hukum yang akan diterapkan pemimpin, pada “dengan apa dia memimpin” | bukan hanya pada “siapa pemimpinnya”


simak kisah Muadz bin Jabal tatkala diutus Rasulullah memimpin Yaman | pertanyaan pertama Rasulullah ialah “dengan apa engkau memimpin?”


Muadz bin Jabal lalu menyampaikan, dia memimpin dengan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan berijtihad | dan Rasulullah menyepakatinya dan puas


yang penting itu hukum Allah yang diterapkan, Kitabullah dan Sunnah | sedang pemimpinnya? dia bisa datang darimana saja, cara apa saja


maka apa syarat penguasa dalam Islam? ada 7 setidaknya | Muslim, laki-laki, baligh, berakal, merdeka, adil, dan mampu (menerap hukum Allah)


artinya? pilkada langsung atau tidak langsung, tugas kita tetap sama | menyeru agar pemimpin kita mau dan mampu menerap hukum Allah.[]


Oleh : Ust.Felix Siauw


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bukan Hanya Soal “Siapa yang Memimpin..?”"

Post a Comment