Oleh: Abu Saif Kuncoro Jati. JIKA di awal kemerdekaan bangsa Indonesia mengenal Soekarno sebagai seorang pahlawan super proklamasi dan revolusi, maka setelahnya bangsa ini mengenal Soeharto sebagai pahlawan super selanjutnya, yang ternyata merupakan anti tesis dari pahlawan sebelumnya. Saat itu, 30 September 1965, Soekarno yang pro Komunis dikudeta oleh anak asuhannya sendiri.
The post Darah itu Merah, Jenderal! appeared first on Islampos.
0 Response to "Darah itu Merah, Jenderal!"
Post a Comment