DETIKISLAM.COM – Doa itu sebuah permohonan, harapan. Setiap kita berdoa, tentu ingin diterima dan dikabulkan. Terkisahlah seorang lelaki berdoa siang dan malam memohon pada Allah, “Ya Allah, berilah hamba jodoh yang baik hati, sayang pada hamba juga keluarga. Wanita yang bisa mengurus keluarga dengan baik dan mampu menerima diriku apa adanya!” Beberapa tahun kemudian, doa lelaki itu pun terkabul. Saat ditanya, apakah kamu bahagia doanya terkabul, dia malah menyesal. Kenapa?
Doa lelaki itu memang benar menjadi kenyataan. Dia mendapatkan istri seperti yang dia sebutkan dalam doa. Pertama ia berdoa minta istri yang baik hatinya. Ia dapatkan itu. Kedua, ia juga meminta istri yang sayang pada dirinya dan keluarganya. Ia pun mendapatkannya. Ketiga, ia juga memohon untuk mendapatkan istri yang mampu mengelola keluarga dengan baik. Ini pun terwujud. Dan terkahir, ia memohon wanita yang bisa menerima dirinya apa adanya. Itu pun terwujud. Lalu apa yang membuat dia menyesal?
Ternyata, dia lupa meminta kepada Allah usia dan paras wanita yang dia impikan itu. Ternyata dia menikah dengan seorang wanita paruh baya berusia 45 tahun, berparas biasa. Dan yang paling ia sesali adalah karena dia menikah dengan seorang janda beranak 3. Betul-betul sudah berpengalaman mengelola keluarga. Hehehe.
Kenapa itu semua bisa terjadi? Karena bisa jadi disebabkan oleh doanya tidak spesifik. Ia berdoa meminta jodoh yang sayang kepadanya. Ya, Allah beri wanita yang sayang padanya. Saking sayangnya bukan seperti suami dengan istri, tapi sudah seperti anak dan ibu karena jauhnya rentang usia antara dia dengan istrinya. Dia juga berdoa ingin jodoh yang mahir mengelola keluarga. Allah juga kabulkan. Allah beri dia jodoh wanita yang sudah berpengalaman.
Saya bukan bermaksud tidak boleh menikah dan tidak akan bahagia kalau menikah dengan wanita seperti disebutkan dalam cerita di atas. Bukan itu maksud saya. Saya hanya ingin betapa kalau berdoa itu harus detil dan rinci.
Kisah yang sama juga dialami oleh seorang mahasiswa. Dia siang dan malam berdoa, memohon kepada Allah agar bisa lulus tepat waktu 4 tahun. Beberapa tahun kemudian doanya benar-benar terkabul. Ia bisa lulus 4 tahun dari kampusnya. Sayangnya, ia lupa menyebutkan dalam doanya itu berapa IPK saat lulusnya. Ia lulus tepat waktu, tapi IPKnya hanya 2.2. Bahagia bisa lulus tepat waktu, sedih karena IPKnya kok hanya 2.2.
Begitulah. Berdoa itu harus cerdas dan tahu tata caranya. Salah-salah dalam berdoa, kita bisa menyesal saat terkabulkan bukan malah bahagia. Salah satu tata cara berdoa itu, bahwa ketika berdoa pada Allah, doa dan harapan kita harus detil dan rinci. Kenapa doa harus detail? Karena itulah keinginan kita. Semakin detail semakin bagus, semakin tergambar dengan jelas apa keinginan kita.
“Berdoalah kalian, niscaya akan Aku perkenankan,” demikian janji Allah Yang Maha Benar. Maka berdoalah dengan serius dan rinci. Rincilah setiap doa-doa Anda. Jumlahnya, bentuknya bahkan waktunya kapan. Kalau Anda berdoa ingin berangkat umroh, buatlah lebih rinci. Waktunya berangkatnya kapan, dengan siapa, dan hal lain yang memperinci doa Anda. Jika Anda ingin bisnis Anda berkembang, rinci mau omsetnya berapa, keuntungannya berapa, kapan tercapainya. Begitu juga dengan karir Anda. Jika Anda berdoa tentang karir Anda, rincilah jabatan apa yang Anda inginkan, kapan terwujudnya, berapa gajinya, dan sebagainya.
Semakin rinci semakin baik. Agar saat doa itu terwujud kita sangat bersyukur karenanya. #Yuk#Berubah, yuk ubah cara berdoa kita.[]
Oleh : Ust. Asep Supriatna / @asepfakhri
0 Response to "Hati-hati Salah Do’a"
Post a Comment