Shoutussalam – Kondisi yang amat sulit di Gaza yang berkeadaan seperti penjara raksasa jelas membuat banyak penduduk di sana menjadi terhimpit kehidupannya. Tak sedikit yang berpikir untuk pergi meninggalkan Gaza menuju ke Eropa.
Seperti halnya kisah seorang mahasiswa yang putus asa dan memilih berpindah ke Eropa lewat jalan yang ilegal berikut ini. Ia merasa sulit hidup dalam beban Gaza selama bertahun-tahun.
Pada awal September, beberapa saat setelah serangan genosida Zionis Israel berakhir, Muhammad Abu Tuaimah yang berusia 22 tahun, membayar 2000 dolar kepada seseorang di Mesir untuk menyelundupkan dirinya ke Eropa.
Namun, Muhammad Abu Tuaimah benar-benar tidak menyangka jika penyelundup tersebut justru menenggelamkan kapal yang mereka tumpangi secara sengaja, bersama dengan puluhan warga Gaza lainnya yang bermimpi sama dengan Abu Tuaimah.
Hal ini membuat keluarga Muhammad Abu Tuaimah, yakni ibunya, merasa amat bersalah karena ialah yang membantu anaknya mengumpulkan uang sebanyak 2000 dolar tersebut.
“Saya saat itu berharap dia bisa memulai hidup baru, lebih baik daripada kehidupan ini yang berupa perang dan kerusakan,” keluh Ahlam, ibu dari Muhammad Abu Tuaimah.
Dalam dua bulan terakhir, 1300 warga Gaza dikabarkan telah menerobos terowongan untuk masuk ke Mesir dan menempuh perjalanan laut yang ilegal guna mencari penghidupan yang mereka anggap lebih layak.
The Associated Press mengutip jajak pendapat yang menunjukkan bahwa sekitar 40 persen warga Gaza akan memilih pindah keluar dari kota tersebut jika diberi kesempatan.
[bss/AP]
The post Kondisi Sulit, Sejumlah Penduduk Gaza Berpikir Untuk Pindah ke Eropa appeared first on Shoutussalam.
0 Response to "Kondisi Sulit, Sejumlah Penduduk Gaza Berpikir Untuk Pindah ke Eropa"
Post a Comment