KIBLAT.NET, Anbar – Setelah beberapa hari mengepung markas batalyon militer Kamil di kota Shaqliyah, utara Falujah, Ahad (21/09) mujahidin melancarkan operasi besar-besaran untuk membebaskan markas yang dihuni kurang lebih 400 tentara itu. Mujahidin berhasil menduduki serta menawan dan membunuh seluruh tentara Irak yang berada di batalyon tersebut.
Sumber media dan sejumlah saksi mata mengatakan, operasi itu dilancarkan mujahidin dengan mengirim serangkaian bom Syahid dengan kendaraan lapis baja ke pos-pos penjagaan yang melindungi markas tersebut. Mujahidin berhasil menghancurkan satu demi satu pos penjagaan tersebut serta membunuh tentara yang Irak yang berjaga.
Kemudian mujahidin merangsek masuk dan menyerbu tentara Irak yang masih bertahan di dalam markas. Semua tentara yang berada di markas berhasil ditawan dan sejumlah di antaranya tewas.
“Di antara yang ditawan adalah pejabat militer dengan pangkat komandan batalyon. Komandan itu dibawa ke pusat kota Falujah di diperlihatkan kepada warga yang berkumpul di sana,” kata sejumlah sumber seperti dilansir Al-Jazeera, Ahad.
Sumber itu menunjukkan bahwa operasi ini dilancarkan setelah mujahidin mengepung selama berhari-hari markas yang diperkirakan dihuni 400 tentara itu.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa militer telah berulang kali mencoba membuka pengepungan itu, namun gagal. Militer tidak mampu memecah kekuatan mujahidin.
Belum diketahui kelompok mujahidin mana saja yang terlibat dalam operasi itu. Perlu diketahui, kota Falujah yang berada di provinsi Anbar merupakan kota di Irak yang dikendalikan penuh oleh mujahidin Ahlu Sunnah.
Di waktu bersamaan, militer Irak dengan didukung pesawat tempur AS melancarkan operasi penggempuran di kota Falujah. Militer Irak mengaku pasukannya meraih kemenangan besar dan mampu membunuh banyak gerilyawan.
Editor: Hunef
Sumber: Al-Jazeera
The post Mujahidin Kontrol Markas Batalyon di Utara Falujah, 400 Tentara Tewas dan Tertawan appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Mujahidin Kontrol Markas Batalyon di Utara Falujah, 400 Tentara Tewas dan Tertawan"
Post a Comment