AntiLiberalNews – Terancam secara konstan oleh kelompok ekstremis sayap kanan dan baru-baru ini oleh aparat anti-”teror” (baca : anti-Islam) ala Densus 88 , Muslim Australia tengah berada dalam tekanan berat.
Kepercayaan Muslim Australia pada polisi telah memudar setelah serangan anti-”teror” baru-baru ini yang menargetkan kaum minoritas tersebut di tengah meningkatnya sentimen anti-Islam.
Penggerebekan aparat ala Densus 88 disusul oleh serangan bernuansa diskriminasi terhadap Islam dalam jumlah besar, termasuk perusakan Masjid di Queensland dan ancaman langsung terhadap Mufti Agung Australia.
Selain itu, seorang remaja Muslim berusia 18 tahun, Numan Haide, juga telah gugur ditembak oleh petugas anti-”teror” dekat kantor polisi Endeavour Hills pekan ini.
Prihatin tentang peningkatan jumlah drastis dari serangan Islamofobia, Ulama di Queensland mengatakan bahwa umat Islam, khususnya wanita berhijab, mengatakan bahwa mereka merasa dikepung.
Beberapa serangan anti-Islam telah melanda daerah itu setelah penangkapan dua pria Muslim dari Brisbane, dalam penyerbuan polisi terhadap toko buku Islam dan tujuh rumah di Brisbane awal bulan ini.
Serangan Islamofobia juga meliputi tindak vandalisme terhadap pusat Islam di Brisbane dengan kalimat-kalimat yang melecehkan Islam dan penyerangan terhadap seorang Muslimah bercarad oleh seorang pria radikal anti-Islam yang mengatakan “Anda adalah seorang Muslim, kembalilah ke negara Anda”.
Sumber : On Islam
Red : Wijat
0 Response to "Muslim Australia “Siaga Satu”"
Post a Comment