AntiLiberalNews - Sebuah pengadilan di Perancis telah menjatuhkan larangan bagi seorang insinyur Muslim untuk memasuki situs-situs pembangkit tenaga nuklir, mengklaim adanya kaitan antara sang insinyur dengan kelompok-kelompok “ekstremis” (baca : pejuang Islam). Sang insinyur pun menyesalkan keputusan bernuansa Islamophobia tersebut.
“Tidak ada bukti atas keterkaitan (insinyur dengan kelompok pejuang Islam) ini,” kata Sefen Guez, pengacara sang insinyur, kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Senin (1/9).
Memiliki akses ke instalasi nuklir Perancis sebagai bagian dari pekerjaannya antara tahun 2012 dan 2013, insinyur Muslim tersebut telah dilarang memasuki situs pembangkit tenaga nuklir Nogent-sur-Seine sejak Maret 2014.
Insinyur Muslim berusia 29 tahun tersebut dituduh memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok pejuang Islam dan Ulama-ulama yang dituduh terlibat dalam merekrut pemuda untuk berjihad ke luar negeri.
Meskipun pengadilan banding telah mencabut larangan untuk sang insinyur pada Juni lalu, ia masih ditolak aksesnya ke situs tersebut oleh raksasa energi Perancis (EDF).
Perancis merupakan salah satu negara Eropa yang terkenal akan sentimen Islamophobia-nya, dimana pada 2011 silam telah disahkan Undang-undang yang melarang penggunaan cadar dan Shalat berjamaah di tempat umum.
Red : Wijat
0 Response to "Pengadilan Perancis Larang Insinyur Muslim Masuki Situs Pembangkit Nuklir"
Post a Comment