AntiLiberalNews - Ulama-ulama Kenya telah menyatakan kemarahan atas ancaman terbaru yang ditebar oleh direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID) untuk menutup sejumlah Masjid yang dicurigai menyebarkan “ajaran radikal”. Para Ulama tersebut melihat ancaman tersebut sebagai dalih untuk menyerang, memecah belah dan melecehkan Islam beserta kaum Muslimin.
“Ini ibarat menutup pelabuhan Mombasa karena sering dikunjungi oleh pengedar narkoba atau meledakkan rumah karena disewa ‘teroris’. Pemerintah seharusnya menargetkan individu yang terlibat dalam dugaan tindak pidana, bukan Masjid, ” kata Senator Billow Kerrow (Mandera) kepada Standard Digital pada Selasa (16/9).
“Menargetkan Masjid membuktikan kecurigaan kaum Muslimin bahwa Pemerintah sering menargetkan agama.
“Jika ada seorang pemimpin Muslim yang diduga merekrut untuk (kelompok pejuang Islam) As-Syabaab, pergi temui dia, bukan fasilitas (ibadah)-nya,” tambahnya.
Kerrow bereaksi terhadap ancaman yang ditebar oleh direktur CID Ndegwa Muhoro untuk menutup Masjid yang ia klaim menyebarkan “ekstremisme” dan mempromosikan ideologi pejuang Islam As-Syabaab.
Bos CID menegaskan bahwa pemerintah baru-baru ini telah menutup sebuah Masjid di Machakos setelah mengklaim bahwa Masjid itu digunakan untuk merekrut pemuda ke As-Syabaab.
Kekhawatiran kaum Muslimin diperparah pada hari Senin setelah Komandan Kepolisian Kabupaten Mombasa Robert Kitur, yang memimpin serangan pada Masjid Musa , mengatakan bahwa polisi telah “menempatkan beberapa Masjid di kawasan Pantai di bawah pengawasan atas aktivitas ‘radikal’.”
Red : WJ
0 Response to "Penutupan Sejumlah Masjid Resahkan Muslim Kenya"
Post a Comment