‘’Itu, itu awalnya. Itu sejarah saya, maka tidak saya ubah-ubah, masih seperti dulu kondisinya,’’ kata Sarwidi (42), menunjuk bagian belakang rumahnya yang bertiang bambu dan berdinding gedek serta kusam kondisinya. Itulah rumah sederhana yang diterima Keluarga Sarwidi bersama lebih seratus keluarga lainnya korban gempa bumi 27 Mei 2006. Bantuan tersebut didatangkan oleh Dewan Dakwah Islamiyah […]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Sarwidi Tak Ingin Lupa Beryukur"
Post a Comment