AntiLiberalNews - Ratusan Muslim Kenya telah mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya kemungkinan kehilangan perjalanan seumur hidup untuk naik Haji tahun ini. Hal tersebut diakibatkan keterlambatan kontroversial oleh Departemen Imigrasi negara itu untuk mengeluarkan atau memperbarui paspor untuk calon jamaah Haji.
“Ibu saya telah mendaftar untuk memperbaharui paspornya dua bulan lalu, tapi sampai sekarang kami justru dipersulit. Ibu saya bahkan sudah melewati proses pemeriksaan dan diberitahu untuk datang dan mengumpulkan paspor, tapi sampai sekarang, mereka terus mengatakan untuk datang keesokan harinya,” kata Fatuma Abdi, yang diutus ibunya untuk memeriksa apakah dokumen sudah siap, kepada On Islam.
“Saya tidak tahu apakah paspor akan keluar sebelum tenggat waktu untuk pendaftaran visa dan habisnya masa berlaku tiket penerbangan.
Saya tidak bisa membayangkan kemungkinan ibu saya kehilangan kesempatan naik Haji. Dia sangat bersemangat untuk pergi tahun ini setelah menabung untuk itu. Tapi petugas imigrasi tampaknya tidak memahami urgensi,” tambahnya.
Selama pekan-pekan terakhir ini, Umat Islam seperti ibu Abdi terpaksa lama menunggu akibat prosedur baru yang diajukan oleh Departemen Imigrasi, yang membutuhkan pembaharuan paspor Muslim sebelum mendapatkan visa Haji.
Situasi ini diperparah dengan persyaratan bahwa kebanyakan orang dengan nama Islami harus “diperiksa” lebih dulu, untuk membuktikan sah-tidaknya kewarganegaraan mereka sebelum didaftarkan dalam dokumen perjalanan.
Tahun ini, kuota Kenya untuk jumlah maksimal jamaah Haji telah dipatok di angka 4.000 oleh pemerintah Arab Saudi. Namun agen-agen perjalanan telah menyatakan kekhawatiran bahwa mereka tidak sanggup memenuhi angka tersebut akibat penundaan-penundaan oleh Departemen Imigrasi.
Batas waktu untuk aplikasi visa di Kedutaan Saudi di Kenya adalah tanggal 20 bulan ini, sementara hari terakhir jamaah Haji diizinkan ke Mekkah adalah tanggal 27.
Red : Wijat
0 Response to "Terbentur Prosedur “Ribet” dan Islamofobis, Jamaah Haji Kenya Terancam Batal Berangkat"
Post a Comment