KIBLAT.NET, Ankara – Turki menolak pangkalan udaranya digunakan oleh koalisi yang dipimpin Amerika Serikat untuk menyerang mujahidin di Irak dan Suriah. Ankara juga tidak akan ambil bagian dalam operasi serangan melawan para pejuang, kata seorang pejabat Turki.
“Turki tidak akan terlibat dalam operasi bersenjata apapun tapi sepenuhnya akan berkonsentrasi pada operasi kemanusiaan,” kata pejabat itu tanpa menyebut nama.
Pada tahun 2003 lalu Turki telah melakukan menolak penempatan 60.000 tentara Amerika Serikat dinegaranya untuk menyerang Irak dari utara, sehingga memicu krisis kedua kubu. Ankara juga menolak memberikan izin bagi Washington menggunakan pangkalan udaranya untuk menyerang rezim Saddam Hussein.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry telah mengadakan pembicaraan di Arab Saudi pada Kamis (11/09) untuk menggalang dukungan dari 10 negara-negara Arab dan Turki. langkah ini dilakukan setelah Barack Obama mengumumkan strategi baru menghadapi Daulah Islamiyah, yang akan mencakup serangan udara di Suriah.
Sebanyak 49 warga negara Turki saat ini berada dalam penyanderaaan pejuang Daulah Islamiyah, termasuk diplomat dan anak-anak, yang diculik dari konsulat Turki di Mosul, Irak pada 11 Juni lalu. Karenanya Ankara enggan untuk mengambil peran yang lebih kuat dalam koalisi melawan ISIS, agar tidak memperparah situasi penyanderaan.
“Turki tidak akan ambil bagian dalam misi tempur, atau menyediakan senjata,” kata pejabat tersebut.
Editor : Imam S.
Sumber : Al Arabiya/AFP
The post Turki Tolak Dijadikan Pangkalan Koalisi untuk Serang ISIS appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Turki Tolak Dijadikan Pangkalan Koalisi untuk Serang ISIS"
Post a Comment