Jakarta, DETIKKISLAM.COM – Pemilik jaringan Hotel Sofyan, Riyanto Sofyan, mengatakan potensi ekonomi warga muslim dunia cukup besar. Sekitar 56 persen warga muslim berada dalam masa produktif dan mengubah kebiasaan tradisional ke modern yang tidak menolak perubahan jaman. “Mereka lebih terbuka terhadap teknologi dan gaya hidup, namun masih berpegang pada aturan agama,” kata dia dalam seminar prospek wisata syariah, Sabtu, 27 September 2014.
Potensi bisnis wisata syariah di dunia cukup besar. Data kementerian menyebutkan nilai omset wisata syariah mencapai US$ 137 miliar (Rp 1.659 triliun) dan akan bertumbuh hingga US$ 181 miliar (Rp 2.191 triliun) pada 2018. Tingginya potensi bisnis ini terjadi seiring bertumbuhnya produk domestik bruto (GDP) negara islam yang tergabung dalam OKI. Saat ini, GDP negara-negara OKI mencapai US$ 9,6 triliun, di atas Cina yang mencapai US$ 8,5 triliun. Pertumbuhannya mencapai 6,3 persen, lebih tinggi dibandingkan kelompok negara lain sebesar 5,3 persen.
Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Esty Reko Astuti, mengatakan segera merampungkan standarisasi syariah bagi tiga fasilitas wisata yakni restoran, spa,dan biro perjalanan wisata. “Targetnya selesai akhir bulan ini,” kata dia.
Standarisasi yang sudah selesai, kata Esty, baru untuk hotel syariah. Patokan untuk segmen bisnis lainnya diupayakan selesai pada akhir September 2014. Setelah standarisasi rampung, pemerintah berupaya mempertemukan pelaku bisnis wisata syariah di Indonesia dengan lembaga terkait seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), masyarakat ekonomi islam, industri pariwisata, akademisi, dan komunitas. “Agar program ini semakin terasah.”[]ynd/tempo/di.com
0 Response to "Wow, Omset Wisata Syariah Capai Rp 1.659 triliun"
Post a Comment