SAYA tidak mungkin pernah melupakan pertemuan pertama dengan lelaki itu. Ia terbaring di sebuah tempat tidur kecil. Menyambut saya dengan wajah berseri. Mata berbinar. Saya berpikir sekilas, itu mungkin sebuah pertemuan pertama yang seharusnya meninggalkan kesan mendalam untuk saya, sebagai lelaki yang meminta anak gadisnya bahkan di pertemuan pertama kami, tapi, tidak. Bahkan sampai kini, setelah saya dan anaknya mengarungi perjalanan kecil selama 12 tahun, binar matanya tetap sama seperti itu.
The post Bapak Mertua Saya yang Sederhana appeared first on Islampos.
0 Response to "Bapak Mertua Saya yang Sederhana"
Post a Comment