جاء رجل من الصحابة إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وطلب منه دابة يسافر عليها قائلاً: « احملني »، فأراد النبي أن يمازح الرجل ويطيب خاطره فقال له: إنا حاملوك على ولد الناقة، استغرب الرجل كيف يعطيه النبي صلى الله عليه وسلم ولد الناقة ليركب عليه، فولد الناقة صغير ولايتحمل مشقة الحمل والسفر، وإنما يتحمل هذه المشقة النوق الكبيرة فقط، فقال الرجل متعجباً: وماأصنع بولد الناقة ! وكان النبي صلى الله عليه وسلم يقصد أنه سيعطيه ناقة كبيرة، فداعبه النبي قائلاً: وهل تلد الإبل إلا النوق؟!» رواه أبو داود
Seorang sahabat mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta hewan tunggangan yang dapat ia gunakan untuk bepergian. “Bawakan aku hewan tunggangan (ya Rasulullah)!” katanya. Nabi ingin mencandai sahabat itu dan mengobati kekhawatirannya. Lalu beliau berkata, “Kita akan membawakanmu seekor anak unta.”
Sahabat itupun heran, bagaimana bisa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya seekor anak untuk untuk dinaiki. (“Apa hewan itu kuat?” batinnya dalam hati). Anak unta kan kecil dan tidak sanggup menahan beban untuk perjalanan. Hanya unta dewasalah yang sanggup memikul beban berat ini.
Maka sahabat itu kembali berkata kepada Nabi sambil masih terheran-heran, “Apa yang aku bisa perbuat dengan unta ini?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebenarnya akan memberikannya seekor unta dewasa. Maka sambil berkelakar Nabi pun berkata kepadanya, “(Kamu ini gimana) bukankah semua unta (baik anak unta atau dewasa) itu terlahir dari seekor unta betina?”
(Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud)
Editor/ Penerjemah: Rudy
The post Canda Rasul: Di Balik Seekor “Anak Unta” appeared first on Kiblat.net.
0 Response to "Canda Rasul: Di Balik Seekor “Anak Unta”"
Post a Comment