HTI Press, Makassar- Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar, Dr Amir Ilyas menilai pemerintahan Jokowi-JK nanti tidak akan berjalan maksimal sebagaimana dengan harapan yang dielu-elukan oleh sebagian masyarakat selama ini.
Indikasi-indikasi itu nampak pada pembagian kursi menteri yang cenderung ditempati oleh para pemilik modal yang berjasa besar membantu Jokowi menjadi President.
Di hadapan peserta acara ’Halqoh Inteleqtual Muslim’ yang bertema Menimbang Kabinet Kerja Jokowi-JK, Senin, 27 Oktober, bertempat di Redaksi Harian Fajar Graha Pena Makassar, pria yang juga pejabat Panwaslu Kota Makassar itu menegaskan bahwa selama Demokrasi masih diterapkan, berbagai permasalahan akan selalu muncul.
Selain itu, Kabinet Kerja Jokowi-JK juga masih dibayang-banyangi oleh kepentingan Koalisi Partai yang mendukungnya. “PDI-P rupanya tidak mau melepas posisi-posisi strategis pada kursi Menteri,” Jelasnya.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Muhammad Asdar, mengakui bahwa sistem ini sering mempengaruhi orang-orang yang pada awalnya baik menjadi buruk. “Kebanyakan orang baik itu, setelah masuk disistem, banyak yang tidak tahan godaan,” terangnya.
Untuk itu, saran DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Shiddiq Al Jawi, tiga pilar Islam harus sepenuhnya diterapkan, baik itu Iman dan akhlak individu, aktifitas Amar Maruf nahi mungkar di dalam masyarakat dan yang paling penting lagi ialah penerapan syariah Islam di lingkup Negara untuk memastikan sistem pemerintahan agar bisa berjalan lebih baik lagi.[] MI HTI Sulsel
0 Response to "‘Kabinet Kerja’ Tidak Bisa Berjalan Maksimal"
Post a Comment