Mahasiswa Purwokerto, Kami ingin Khilafah bukan Demokrasi dan Kapitalisme Liberal

HTI Press, Purwokerto. Ratusan Mahasiswa, mahasiswi dan Pemuda dari berbagai elemen kampus di Purwokerto berkumpul menyerukan tuntutannya dalam agenda ICMS (Indonesia Congress of Muslim Students) dengan tajuk “We Need Khilafah Not Democracy and Liberal Capitalism” yang diselenggarakan Ahad (26/10) pukul 9.00 – 11.30 wib di selatan Alun-Alun Purwokerto. Acara serupa diselenggarakan pula di lebih dari 80 kota di Indonesia dan akan diakhiri pada acara puncak 2 November 2014 di MONAS, Jakarta.


Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan pembacaan ayat suci Al-Quran. Kemudian dilanjutkan orasi mahasiswa pertama yang disampaikan oleh Turino, perwakilan mahasiswa Unwiku (Universitas Wijayakusuma) dengan judul “Khilafah: kepemimpinan yang adil menggantikan penguasa demokrasi yang khianat dan korup”. Dalam pemaparannya telah terbukti bahwa Demokrasi yang diterapkan di negeri ini melahirkan pejabat korup yang hanya mementingkan partainya masing-masing. Sementara Khilafah, yang telah terbukti menyejahterakan umat manusia selama 13 abad lebih melahirkan keagungan yang luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sistem politik islam yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah menjadi pilar ditegakkannya sistem-sistem lainnya.


Selanjutnya, orasi kedua yang disampaikan Abietyasakti Narendra, perwakilan Unsoed (Universitas Jenderal Soedirman) dengan tema, “Khilafah: Mewujudkan sistem ekonomi menyejahterakan rakyat, Tinggalkan sistem ekonomi liberal yang menyengsarakan rakyat”. Dalam pemaparannya, biang kerusakan dan kemelaratan yang menimpa negeri ini adalah akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalisme liberal. Terbukti pada tahun 2014, kekayaan 40 orang di Indonesia, sebanding dengan 60 juta rakyat Indonesia. Inilah kejahatan yang dilakukan oleh sistem ekonomi kapitalisme dengan menciptakan jurang kesenjangan antara si kaya dan miskin. Tiada jalan lain untuk mengatasi persoalan akut yang disebabkan oleh sistem ekonomi kapitalisme liberal kecuali dengan menerapkan Syariah secara paripurna dalam institusi Khilafah Rasyidah ‘Ala Minhajin Nubuwwah.


Seruan demi seruan terus lantang disuarakan oleh para orator dan ratusan peserta ICMS Purwokerto. Piki, perwakilan Mahasiswa UMP menyerukan dengan lantang untuk mengganti Demokrasi bobrok dengan Khilafah Rasyidah. Begitu pula Turhamun, perwakilan mahasiswa pascasarjana IAIN Walisongo, menyampaikan bahwa Khilafah adalah keniscayaan dan tegaknya tak ada satu pun yang dapat membendungnya.


Orasi selanjutnya disampaikan oleh Agus Siswanto, M.Si selaku Dosen UMP Purwokerto, memberikan dukungan bagi perjuangan mahasiswa untuk tegaknya Khilafah Rasyidah. Selanjutnya, Pidato Politik Hizbut Tahrir yang disampaikan oleh Ust. Abdurrouf yang semakin menegaskan bahwa tegaknya Khilafah adalah satu-satunya harapan bagi Indonesia dan Dunia. Di akhir acara, Abdul Charis memimpin doa kepada Allah Ta’ala agar menolong kaum muslim dengan tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala minhajin-Nubuwwah, aamiin. []MI HTI Purwokerto


15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 16

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa Purwokerto, Kami ingin Khilafah bukan Demokrasi dan Kapitalisme Liberal"

Post a Comment