banner yusuf
EMPAT bulan terakhir ini panggung politik dan kekuasaan diriuhi dengan pasar kata-kata sarkas. Sebuah pilihan berbahasa yang ditempu politisi hingga pejabat yang tanpa tedeng aling-aling. Tidak ada lagi penghalusan bahasa a la Orde Baru untuk tunaikan perintah, sebagaimana digencarkan rezim kala itu. Sayangnya, dan yang menyedihkan, kini justru kata-kata kasar sarat makian yang keluar dari para anutan publik.
The post Politik Bahasa Preman Sang Pejabat appeared first on Islampos.
0 Response to "Politik Bahasa Preman Sang Pejabat"
Post a Comment