Sekjen Hidayatullah Usulkan 1 Muharram jadi Hari Santri Nasional

Hidayatullah.com–Semarak penyambutan tahun baru Islam 1436 H di Indonesia saat ini dinilai kurang. Sebab, perhatian masyarakat tersedot oleh situasi politik di negeri ini.


Hal itu dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat Hidayatullah Ir Abu A’la Abdullah di Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10/2014).


“Fenomena-fenomena presiden baru, fenomena wakil presiden baru, fenomena politik, menutupi peristiwa-peristiwa Hijriyah,” ujarnya saat menyampaikan tausiyah singkat usai mengimami shalat Ashar di Masjid Ummul Quraa, Kalimulya, Cilodong.


Di depan para jamaah termasuk awak hidayatullah.com, Sekjen Hidayatullah berharap agar awal tahun baru Islam diperingati secara nasional.


“Kita usulkan agar (tanggal) 1 Muharram jadi hari libur, Hari Santri Nasional,” cetusnya.


“Tapi esensinya bukan libur atau tidak libur,” tambahnya.


Lantas ia menjelaskan, esensi 1 Muharram adalah bagaimana mengangkat kualitas seorang Muslim (berhijrah) menjadi lebih baik lagi.


“Hijrah dari yang kurang baik menjadi baik. Dari yang malas jadi rajin,” ujarnya mencontohkan. [Baca juga: Tahun Baru 1436 Hijriah Momentum Umat Islam Bermuhasabah]


Abu A’la pun mengimbau kepada para ustadz, dosen, dan guru khususnya di Pesantren Hidayatullah, agar menyemarakkan spirit hijriyah. Yaitu dengan mengangkat cerita-cerita dan nilai-nilai dari peristiwa hijrah untuk disampaikan kepada para santri atau mahasiswa.*


The post Sekjen Hidayatullah Usulkan 1 Muharram jadi Hari Santri Nasional appeared first on Hidayatullah.com.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sekjen Hidayatullah Usulkan 1 Muharram jadi Hari Santri Nasional"

Post a Comment