Oleh: Hartono Ahmad Jaiz dan Hatede. KALAU sudah seperti itu maka berbagai elemen, dari penguasa, seniman, budayawan, pelaku adat, dan pengelola media massa secara beramai-ramai mengusung kemusyrikan, kemaksiatan, dan kemunkaran yang merusak iman, atas nama adat, tradisi, dan budaya.
The post Tahun Baru Hijriyah dan Tradisi Suro (Muharram) (5-Habis) appeared first on Islampos.
0 Response to "Tahun Baru Hijriyah dan Tradisi Suro (Muharram) (5-Habis)"
Post a Comment