Catatan Malam Senin : Menu Halal di Tiongkok

Oleh: KH. Dr. Asrorun Niam


Semalam, Saya menempuh perjalanan Jakarta – Shanghai, Tiongkok dengan nomor penerbangan GA 894, Penuh penumpang. Saat jam makan pagi tiba, Saya disajikan terlebih dulu, special request berupa menu bertanda MOML (Moslem Meal).Saya tidak tahu kenapa Garuda Indonesia mengikuti pola SQ, Qantas dan maskapai lain yg menyediakan menu “eksklusif” untuk Muslim dengan tanda ‘MOML’ dan untuk vegetarian. Dengan tanda itu, bisa dipahami dengan logika terbalik, di luar itu tidak dijamin halal.


Beda dg Malaysian Airlaine, Saudia, Qatar dan sejenisnya yang secara umum menyajikan menu halal yang layak untuk semua. Well… kita tetap apresiasi usaha maskapai Garuda Indonesia, meski nalarnya agak tidak dapat. Maskapai penerbangan dari negeri mayoritas Muslim menggunakan cara pikir terbalik dalam layanannya.


Sesampai di Bandara Pudong Shanghai, Saya meneruskan perjalanan menuju Langzhou dengan pesawat domestik “China Eastern” selama 3,5 jam. Tiongkok, seperti kita tahu, sangat akrab dengan babi, sehingga memilih menu harus ekstra hati-hati. Saya bersiap-siap untuk “puasa” sepanjang hari karena dalam pikiran saya, akan susah mencari menu yang menenangkan hati.


Dalam pesawat Airbus yang berisi kurang lebih 140 penumpang, mayoritas dari penduduk lokal. i dalam kabin, Saya dikejutkan dengan menu makanan yg dibagikan. Pramugari dengan pakaian sangat sopan dengan ramah membagikan dua box makanan; satu snack dan roti dan satunya ditawarkan; chicken with rice atau noodle. Terkejut, karena seluruh menu yang dibagikan pada penumpang; tertulis dengan besar-besar “Halal”; Islamic Food, di bungkusnya. Menu itu bukankan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh penumpang. Orang Tiongkok yang jadi penumpang pun makan dengan lahap, tanpa protes dan resisten akan ada “Islamisasi” atau meneriakkan isu “sectarian.”


Malam ini saya menginap di Gansu International Hotel Langzhou, Hotel bintang 4 di Ibukota Provinsi Gansu yang dibeli oleh saudagar muslim dari Linxia; dan menyediakan restoran halal yang sangat eksklusif. Esok hari kami menuju kota Linxia yang juga dikenal dengan Little Mecca-nya Tiongkok; karena ‘landscape’ kotanya sangat terasa sebagai kota budaya berperadaban tinggi, dengan arsitektur kota berbasis masjid. Rindu melihatmu kembali setelah empat tahun lalu…. (Langzhou 9102014).


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Catatan Malam Senin : Menu Halal di Tiongkok"

Post a Comment