Ibrahim Al-Asiri, Ahli Bom AQAP yang Bikin AS Ketar Ketir

Dia disebut AS sebagai teroris paling berbahaya. Orang ini adalah keturunan Arab yang menjadi salah satu tokoh kunci AQAP (Al-Qaeda di Yaman). Karena keahliannya sebagai ahli bom, dia digadang-gadang sebagai revolusioner jihad, kombinasi antara ke-elitan dan high level individual (kemampuan tingkat tinggi) dalam masalah bahan peledak. Bahkan, Barack Obama menghadiahi 5 juta dollar AS bagi siapa saja yang memberikan informasi tentangnya. Si ahli bom ini adalah Ibrahim Hassan Tali al-Asiri.


Lahir pada 19 April 1982 di kota Riyadh, Arab Saudi. Dia asli keturunan Arab dan berkebangsaan Arab Saudi. Dalam kancah jihad internasional lebih dikenal dengan Ibrahim Al-Asiri. Ibrahim merupakan nama asli dan Al-Asiri adalah nama keluarganya. Ada beberapa sebutan nama baginya, yaitu Ibrahim Hassan Tali Asiri; Ibrahim Hasan Talea Aseeri; Ibrahim Hassan al-Asiri; Ibrahim Hasan Tali Asiri; Ibrahim Hassan Tali Assiri; Ibrahim Hasan Tali’A ‘ Asiri; Ibrahim Hasan Tali al-‘Asiri; Ibrahim al-‘Asiri dan Abu Saleh atau Abosslah.


Ayahnya bernama Hasan, seorang pensiunan militer yang telah mengabdi lebih dari empat puluh tahun. Dia menetap di daerah Riyadh Timur bersama keluarga dan empat saudara laki-laki serta tiga saudara perempuan. Pada mulanya —seperti keumuman pemuda yang hidup di era modern— Ibrahim dan saudaranya kurang mendalami masalah dien dan urusan kaum muslimin. Ibunya pernah menuturkan pada Al-Watan —salah satu media terbesar di Arab Saudi—, “Mereka bukanlah anak yang religious.” “Waktu hidupnya hanya mereka habiskan untuk mendengar musik dan bergaul dengan teman-temannya.” lanjut ibunya.


Akan tetapi, ada sebuah kejadian yang menyadarkan mereka. Kakak sulung mereka tewas dalam sebuah kecelakaan mobil, hingga membuat saudara yang lain –terutama Ibrahim dan adiknya, Abdullah—tersadar. Mereka menjadi sosok yang religius dan mulai “melek” dengan urusan kaum muslimin. “Mereka mulai bertukar kaset pada para mujahidin di Checnya dan Afghanistan.” tutur salah satu saudara putrinya kepada harian Al-Watan. Hingga dua bersaudara ini terinspirasi ideologi-idologi jihad dari para mujahidin.


Riwayat Pendidikan Ibrahim Al-Asiri


Pendidikan Ibrahim Al-Asiri hanya diketahui bahwa ia adalah jebolan Universitas King Saud jurusan kimia. Entah kebetulan atau tidak, jurusan itulah yang ternyata mengantarkannya menjadi salah satu orang paling berbahaya versi AS. Pemikiran Al-Asiri tentang jihad mulai matang dan nyata pada awal perang di Irak. Tahun 2003, Al-Asiri bergegas meninggalkan ujian universitas setelah mendengar invasi AS di Irak. Ia berusaha bergabung dengan kelompok-kelompok militan anti AS di negeri 1001 malam ini. Namun, pemerintah Saudi mengendus rencana ini hingga Al-Asiri dijebloskan ke dalam hotel prodeo selama 9 bulan.


Di penjara, ideologi jihad Al-Asiri semakin kuat. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis media Al-Qaeda ia mengatakan, “Saya telah melihat dengan jelas bahwa Saudi telah menjadi budak para tentara Salib dan kebencian mereka kepada para penyembah Allah, semua ini saya simpulkan dari cara mereka menginterogasi.” Setelah habis masa penahanannya, Al-Asiri membentuk sebuah kelompok jihad yang bertujuan menggulingkan rezim Saudi. Namun, usaha ini terendus pemerintah Saudi dan digulung pada Agustus 2006. Enam rekan Al-Asiri terbunuh sedangkan dirinya dan adiknya, Abdullah Al-Asiri hijrah ke Yaman.


Jejak Awal Ibrahim Al-Asiri di AQAP


Inilah awal kiprah Al-Asiri di Yaman. Setibanya di sana, Al-Asiri bergabung dengan kelompok jihad Yaman. Kelompok ini bertujuan untuk melawan hegemoni AS di dua negara, Arab Saudi dan Yaman. Perlu kita ketahui bahwa sebelumnya Al-Qaeda mempunyai cabang yang beroperasi di Saudi dan Yaman. Akhirnya pada Januari 2009, dua cabang Al-Qaeda ini melebur menjadi satu nama, AQAP (Al-Qaeda in the Arabian Peninsula). Secara otomatis Al-Asiri menjadi bagian penting dari AQAP.


Di awal tahun pembentukannya, AQAP mulai merencanakan serangan yang pertama. Target pertama yang dibidik Al-Asiri adalah Wakil Menteri Keamanan Saudi, Pangeran Muhammad bin Nayef. Di sinilah Al-Asiri benar-benar membuktikan kemampuannya sebagai bom maker dan ahli kimia. Al-Asiri membuat bom dengan bahan PETN—sama seperti yang pernah dipakai Richard Reid pada sepatunya ketika mencoba meledakkan pesawat American Airlines dalam penerbangan Paris-Miami pada Desember 2001—sebuah bom yang dibuat dengan bahan sederhana dan mudah didapat.


Bom ini unik dan dikemas se-kreatif mungkin hingga tidak terdeteksi backscatter scanner. Peledak itu disembunyikan di celana dalam sehingga tidak mencurigakan. Adiknya, Abdullah Al-Asiri menjadi subjek yang akan meledakkan bom ketika bertemu dengan Muhammad bin Nayef. Abdullah diberi kesempatan bertemu dengan Muhammad bin Nayef karena mengaku sebagai anggota Al-Qaeda yang kabur dan bisa mengajak teman yang lain untuk membelot. Rencana itu berjalan mulus, namun gagal menewaskan Muhammad bin Nayef yang hanya menderita luka kecil.


Bom celana dalam hasil kreativitas Ibrahim Al-Asiri

Bom celana dalam hasil kreativitas Ibrahim Al-Asiri



John Brennan, Penasihat Kontraterorisme AS terbang ke Saudi hanya untuk berkonsultasi mengenai bom hasil kreativitas Al-Asiri ini. Karena pertama kalinya bom seperti ini dibuat, sekaligus pertama kalinya usaha pembunuhan terhadap keluarga kerajaan setelah 8 tahun tindakan keras Saudi kepada Al-Qaeda. Nyali AS seolah menciut melihat kenyataan ini. Dapat dipastikan, aksi heroik ini akan kembali dijalankan dengan target berbeda.


Dugaan AS tidak salah, Al-Asiri mengadakan eksperimen keduanya, yaitu dengan target yang berbeda. Aktor kali ini adalah Umar Farouk Abdulmutallab yang akan membawa bom sejenis. Pemuda Nigeria ini terinspirasi oleh Syaikh Al-Awlaki dan difasilitasi Al-Asiri dalam rencananya. Pada Natal 2009, Umar Farouk ikut dalam penerbangan Northwest Airlines Flight 253 dari Amsterdam ke Detroit. Ini adalah rencana pertama Al-Asiri untuk menyerang AS. Namun, operasi ini mengalami kegagalan. Belum sempat Umar menarik picu bom, dia dicurigai penumpang yang lain dan akhirnya ditangkap.


Pada titik inilah Obama mulai mengarahkan pandangannya fokus pada Al-Asiri. Presiden AS ini mulai kelabakan dan memerintahkan sistem keamanan di bandara diperketat. Backscatter scanner yang semula hanya berjumlah 40 buah di 19 bandara, diperbanyak menjadi 385 buah di 68 bandara. Kemudian disusul dengan intruksi kepada 10 lembaga kontraterorisme untuk mempercepat integrasi database, kemudian dikorelasikan dengan informasi biografi milik intelijen yang berkaitan dengan terorisme.


Bukan Al-Asiri namanya kalau tidak memiliki kreativitas anyar dalam hal merakit bom. Akhir Oktober 2010, Al-Asiri membuat bom dengan rupa dan target yang berbeda. Kakak dari Abdullah Al-Asiri ini mengirimkan dua bom printer HP Laser Jet P2055 untuk dipaketkan melalui dua pesawat kargo AS bernama UPS dan FedEx. Paket ini dikirimkan ke sinagog dan pusat Yahudi di Chicago dari kantor-kantor paket internasional di Sana’a. Printer yang dipaketkan melalui FedEx gagal meledak, namun satu printer yang diangkut oleh maskapai Yahudi UPS berhasil meledak dan menjatuhkan pesawat tersebut di Dubai.


AS tidak memberitakan kerugian yang ditanggungnya. Justru, serangan bom printer ini digunakan AS sebagai alasan untuk melancarkan empat serangan di Yaman pada tahun 2010. Serangan itu menewaskan sepuluh anggota AQAP dan enam warga sipil. Tahun 2011, AS kembali melancarkan sepuluh serangan di Yaman dan menewaskan delapan puluh satu anggota AQAP, sebagaimana diklaim oleh Long War Journal. Dari delapan puluh satu anggota AQAP yang syahid, termasuk di dalamnya adalah Syaikh Anwar Al-Awlaki. Dua minggu kemudian, Negeri Paman Sam ini melanjutkan kebiadabannya dengan menghabisi putra Syaikh Al-Awlaki yang berumur 16 tahun di Yaman Selatan.


Bom Printer, salah satu bom yang dibuat Ibrahim Al-Asiri.

Bom Printer, salah satu bom yang dibuat Ibrahim Al-Asiri.



Obama mengira dengan segala operasi yang dilakukannya ini sudah menewaskan Al-Asiri dan Al-Shihri (Wakil Amir AQAP). Namun, hal tersebut hanya omong kosong belaka. Pada 24 Maret 2011, Al-Asiri masuk menjadi orang paling diburu AS. Setahun kemudian pada April 2012, Obama mulai menjalankan misi rahasia untuk menggagalkan segala bentuk rencana Al-Asiri. Dia merekrut intelijen Inggris dan Saudi untuk menjadi agen ganda menyusup ke dalam tubuh AQAP. Misi ini hanya bertujuan untuk menarik perhatian dan mendekati Al-Asiri. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui berbagai senjata baru yang dikembangkan Al-Asiri.


Pada 13 Agustus 2013, AS mengklaim telah melukai Al-Asiri dengan serangan drone. Tiga hari sebelumnya AS menyerang sebuah tempat yang diduga persembunyian Al-Asiri, namun klaim ini tidak pernah ada konfirmasi tentang kebenarannya.


AS dan pemerintah Yaman terus melanjutkan pengejarannya terhadap Ibrahim Al-Asiri. Berita terakhir menyebutkan terbunuhnya Al-Asiri dalam sebuah pertempuran pada 20 April 2014. Tentara Yaman mencoba untuk menjalankan tes DNA atas jasad-jasad yang ditemukan, namun tes tersebut nihil hasilnya. Sampai saat ini belum dapat dipastikan keberadaan sebenarnya dari Al-Asiri. Masih menjadi misteri apakah dia telah syahid ataukah masih hidup. Hal yang paling ditakutkan AS adalah serangan bom lanjutan dan lahirnya Al-Asiri-Al-Asiri muda dengan keterampilan dan kreativitas yang sama, atau bahkan lebih canggih.


Sumber :



  1. http://ift.tt/14EEbKi

  2. http://ift.tt/nufrAw

  3. http://www.bbc.com/

  4. academia.edu

  5. http://ift.tt/OmsKls

  6. http://www.mukminun.com

  7. http://ift.tt/1ys6RlB

  8. http://en.wikipedia.org


Penulis : Dhani El_Ashim


The post Ibrahim Al-Asiri, Ahli Bom AQAP yang Bikin AS Ketar Ketir appeared first on Kiblat.net.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ibrahim Al-Asiri, Ahli Bom AQAP yang Bikin AS Ketar Ketir"

Post a Comment