HTI Press, Bandung. Ahad, 23 November 2014 DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kota Bandung menggelar agenda rutin, Halqah Islam dan Peradaban (HIP) dengan tema: “Ada Apa Dibalik Kenaikan Harga BBM?”. Acara yang bertempat di Aula Ad-Da’wah Jl.Batik Halus No. 25 Cikutra Bandung itu menghandirkan tiga narasumber yaitu Dr. Bagus Endar (pakar perminyakan ITB), Dr. Arim Nasim (DPP HTI) dan Budi Harsanto, M.M (Dosen FEB Unpad). Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 sampai 11.30 WIB itu dihadiri oleh masyarakat dan beberapa tokoh di Kota Bandung. Tidak kurang dari 500 orang peserta hadir dalam acara tersebut dan menyimak dengan khidmat. Meraka menjadi paham bahwa pangkal masalahnya adalah diterapkannya sistem ekonomi kapitalis dan liberalisasi sektor migas sebagai salah satu konsekuensinya.
Bagus Endar lebih menyoroti politik perminyakan di Indonesia. Pada forum tersebut, Bagus “buka-bukaan” terkait kebijakan minyak dan gas di Indonesia yang sangat memperihatinkan. “…Di dalamnya banyak godaan dan tekanan” ungkapnya. Pada kesempatan itu juga beliau menjelaskan bagaimana kebijakan perminyakan di Indonesia utamanya di sektor hulu. Pembicara yang juga dosen ITB itu mengungkapkan adanya mis-management dalam pengelolaan migas di Indonesia, adanya permainan mafia migas di balik pengelolaan migas di Indonesia, dan juga adanya liberalisasi migas sehingga perusahaan asing lebih berkuasa ketimbang Pertamina.
Tampil sebagai pembicara kedua, Budi Harsanto menjelaskan bagaimana hitungan sebenarnya dalam logika kenaikan harga BBM. “Kesimpulannya gelap dan tidak transparan” tandasnya. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran itu juga membalikkan logika bahwa subsidi BBM itu “membebani APBN”, “subsidi yang tidak tepat sasaran”, dan logika-logika lainnya. Di akhir paparannya, Budi menyampaikan tentang siapa yang paling diuntungkan dengan adanya kenaikan harga BBM. Budi membantah jika rakyat diuntungkan dengan kenaikan harga BBM tersebut. Masyarakat justru akan merasakan dampak domino (multiflier effect) dari kenaikan harga BBM. Sebelum menutup presentasinya, Budi banyak menampilkan pilihan solusi alternatif selain harus menaikan harga BBM.
Tampil dalam paparan terakhirnya, Arim dengan semangat menjelaskan bagaimana politik ekonomi Islam dalam kebijakan pengelolaan minyak dan gas. Beliau menjelaskan pengelolaan migas dalam pandangan Islam baik dari aspek aspek kepemilikan, pengelolaan dan distribusi. Menyambung pembicara kedua, Arim juga menyatakan bahwa telah terjadi kesalahan logika subsidi yang selama ini diwacanakan. Di puncak paparannya, Arim menekankan terkait keharaman liberalisasi sektor migas, mengingatkan tanggung jawab penguasa, dan mengajak peserta untuk berani bersikap merespon kenaikan harga BBM. “Pilihan satu-satunya adalah kembali kepada syariat Allah SWT, insya Allah akan mendatangkan keberkahan bagi kehidupan kita di dunia dan di akhirat” pungkasnya dalam sesi closing statement. []
0 Response to "Liberalisasi Migas Dibalik Kenaikan Harga BBM"
Post a Comment