AntiLiberalNews - Komunitas Muslim yang minoritas di Malawi mengatakan akan menentang setiap rencana undang-undang (RUU) yang akan membatasi jumlah anak per keluarga. RUU tersebut dilihat pemerintah sebagai upaya untuk mengendalikan ledakan penduduk Muslim di negara Afrika bagian selatan itu.
“Kami cukup menyadari konsekuensi ledakan populasi yang terjadi di negara kami, tetapi sebagai agama terbesar kedua di Malawi, kami tidak akan mendukung hukum yang akan membatasi jumlah anak per keluarga,” kata Syeikh Cassim Chongolo, Sekjen badan Muslim tertinggi di negara itu, Dewan ULAMA Malawi, kepada OnIslam pada Rabu (26/11).
“Ini akan bertentangan dengan ajaran Islam dan alam,” tambahnya.
Pemimpin Muslim Malawi itu menegaskan bahwa Islam menyerukan untuk merawat anak-anak, tapi tidak membatasi jumlah anak-anak per keluarga.
“Sebagai orang beragama yang dipandu oleh perintah Al-Qur’an, kami hanya akan mendukung langkah-langkah yang dapat diletakkan di tempatnya, untuk memungkinkan agar keluarga dapat mengurus anak-anak mereka sebelum mereka dapat memiliki lebih banyak (anak) lagi, tetapi tidak harus berupa hukum,” kata Syeikh Chongolo.
“Memberlakukan hukum tersebut berarti akan melawan apa yang kita yakini.”
Red : Wijat
0 Response to "Muslim Malawi Tolak Rencana Pemerintah Batasi Anak"
Post a Comment